Kapolda Jateng Sebut Polisi Sengaja Disudutkan Saat Keributan Desa Wadas

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Polisi Ahmad Luthfi menegaskan polisi sengaja diframing atau disudutkan dalam kasus keributan Desa Wadas, Purworejo beberapa hari lalu.

Contohnya adalah video viral yang dinarasikan ribuan anggota Polri menyerbu masjid, padahal kejadian sebenarnya tidak begitu.

“Posisi anggota kita membelakangi masjid, karena pada saat itu yang duduk-duduk (di dalam masjid) dan yang di luar akan terlibat kontak fisik, di mana yang kontra (pembangunan bendungan) dikejar-kejar yang pro, lalu masuk masjid,” ujar Lutfhi yang dikutip, Kamis 10 Februari 2022.

Menurut Luthfi anggota Polisi itu justru sedang membuat parameter agar tidak terjadi benturan.

Lutfhi bahkan mengungkapkan Dirpamobvit Polda Jateng melakukan salat di masjid itu dan tidak terjadi apa-apa.

Tetapi fakta-fakta itu diframing bahwa polisi menyerbu masuk ke dalam masjid.

Polda Jawa Tengah atas permintaan Badan Pertanahan Nasional (BPN), melakukan pendampingan.

Selain itu, pengamanan, fasilitator, dan dinamisator terhadap masyarakat yang menerima tanahnya diukur untuk Bendungan Bener.

Luthfi bahkan membantah mengerahkan ribuan anggotanya saat terjadi keributan itu. Dia mengungkapkan hanya menugaskan 250 personel.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini