PSSI Targetkan 4 Pemain Keturunan Perkuat Timnas Indonesia pada Juni 2022

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – PSSI berharap empat pemain keturunan bisa memperkuat Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Asia pada Juni 2022 mendatang.

Saat ini PSSI sedang mengusahakan empat pemain keturuan, Jordi Walsh, Sandy Walsh, Mees Hilgers, dan Ragnar Oratmangoen menjadi WNI (Warga Negara Indonesia).

Dua dari empat pemain keturuan tersebut dokumennya sudah lengkap dan sedang digodok Kemenpora. Sementara dokumen Hilgers dan Oratmangoen masih belum lengkap. Anggota Komite Eksekutif PSSI, Hasani Abdulgani mengatakan, keempat pemain itu diharapkan bisa jadi WNI pada April 2022.

“Mudah-mudahan proses pemain turunan yang kini sedang digodok oleh Menpora [pemerintah] untuk Timnas [Indonesia] dapat terlaksana sebelum April,” tulis Hasani, di akun Instagramnya.

Setelah resmi menjadi WNI, keempat pemain tersebut diharapkan bisa memperkuat timnas Indonesia untuk tampil di kualifikasi Piala Asia dan Piala AFF 2022.

“Apabila terjadi, Insha Allah pemain tersebut bisa bermain di kualifikasi Piala Asia, Juni mendatang. Target Ketum PSSI adalah para pemain turunan tersebut dapat membela Timnas di babak kualifikasi Piala Asia dan Piala AFF 2022,” katanya.

Empat nama pemain keturunan ini adalah permintaan langsung dari pelatih Shin Tae-yong. Kehadiran keempat nama tersebut diyakini bisa memperkuat skuat Indonesia dan bersaing dengan negara kuat ASEAN lainnya, seperti Vietnam dan Thailand.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini