Fix Dibuat! Film ‘Jumanji 4’ Lagi Tahap Proses Pengembangan

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOS ANGELES – Produser ‘Jumanji’, Hiram Garcia, mengonfirmasi dipastikan akan buat film keempatnya. Dengan menggaet sutradara Jake Kasdan, ia akan buat ‘Jumanji 4’ setelah menyelesaikan filmnya ‘Red One’.

Melansir dari Screen Rant, ‘Jumanji 4’ tengah dalam tahap pengembangan awal. Garcia tengah tahap berdiskusi mengenai naskah dengan Kasdan untuk dibawakan ke Sony.

“(Jumanji 4) pasti akan digarap. Kami memiliki visi yang sangat besar untuk film Jumanji selanjutnya,” kata Garcia. “Kami baru saja mendiskusikannya beberapa hari yang lalu dan kami akan segera membawanya ke Sony.”

Garcia juga menegaskan bahwa para aktor sudah siap untuk kembali terlibat. Mereka juga tengah menentukan jadwal syuting yang mana para aktornya masih memiliki jadwal yang padat.

“Filmnya akan bisa digarap setelah film Red One. Dan tentu saja jika jadwalnya juga sesuai dengan para aktor,” lanjutnya.

Sementara itu, film ini menceritakan kisah video game dengan nama yang sama. Di mana ada empat remaja yang terbawa masuk dalam game tersebut dan berubah jadi avatar dewasa dan harus menyelesaikan pencarian misi untuk kembali ke dunia nyata.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Optimalisasi CKG dalam Meningkatkan Kesehatan Berkualitas bagi Lansia

Oleh: Ayu Swastika )*Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) semakin menunjukkan peranstrategisnya sebagai instrumen utama pemerintah dalam membangunkualitas kesehatan masyarakat, khususnya bagi kelompok lansia. Di tengah meningkatnya angka harapan hidup, kebutuhan akan layanankesehatan yang bersifat preventif menjadi semakin penting. Pemerintah secara konsisten mendorong penguatan deteksi dini sebagaipendekatan utama guna mengurangi beban penyakit kronis yang selamaini mendominasi penyebab kematian nasional.Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwapemeriksaan kesehatan minimal satu kali dalam setahun merupakanlangkah mendasar yang perlu dilakukan seluruh masyarakat. Penekanantersebut didasarkan pada tingginya angka kematian akibat penyakit tidakmenular seperti stroke, jantung, dan gagal ginjal. Tingginya angka kematian akibat penyakit tidak menular ini menunjukkanbahwa masih banyak masyarakat yang belum memanfaatkan deteksi dinisecara optimal, padahal langkah tersebut dapat menjadi kunci dalammencegah perkembangan penyakit ke tahap yang lebih serius.*) Pengamat Kebijakan SosialData yang dihimpun menunjukkan bahwa stroke menjadi penyebabkematian tertinggi dengan kisaran ratusan ribu kasus setiap tahun, disusuloleh penyakit jantung, kanker, dan gangguan ginjal. Fakta inimemperlihatkan bahwa ancaman penyakit kronis masih sangat nyata, terutama bagi lansia yang memiliki kerentanan lebih tinggi. Dalam pandangan Menkes, penyakit-penyakit tersebut sebenarnyamemiliki periode laten selama beberapa tahun sebelum mencapai kondisifatal. Pada fase inilah intervensi melalui pemeriksaan rutin menjadi sangat krusial untuk menekan risiko kematian.Upaya pencegahan tersebut dapat dilakukan melalui pemantauanindikator kesehatan dasar seperti tekanan darah, gula darah, dan kadarkolesterol. Ketiga indikator ini menjadi parameter penting dalammengidentifikasi potensi penyakit sejak dini. Namun dalam praktiknya, banyak masyarakat yang mengabaikan kondisitersebut karena tidak merasakan gejala yang signifikan. Akibatnya,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini