Lewat Sekolah Rakyat, Negara Tegaskan Pendidikan Bukan Komoditas

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Program Sekolah Rakyat kembali ditegaskan sebagai wujud komitmen negara dalam memastikan pendidikan menjadi hak dasar seluruh anak, bukan komoditas yang hanya dapat diakses kelompok tertentu.

Pemerintah menempatkan program ini sebagai ruang pembinaan sekaligus perlindungan bagi anak-anak dari latar belakang rentan.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menekankan bahwa Sekolah Rakyat tidak sekadar menjadi tempat belajar, melainkan ruang tumbuh yang menekankan empati dan pelayanan.

“Ini saling belajar dengan semangat untuk bisa melayani sesuai tugas masing-masing dengan penuh empati. Mereka yang kita didik ini adalah siswa-siswa istimewa, titipan Tuhan dan negara,” ujarnya.

Ia juga menegaskan komitmen kuat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan inklusif. Menurutnya, segala bentuk kekerasan tidak dapat ditoleransi di lingkungan sekolah.

“Tidak boleh ada bullying, tidak boleh ada kekerasan seksual maupun kekerasan fisik, dan tidak boleh ada intoleransi. Jika terbukti, bisa langsung diberhentikan,” tegasnya.

Data Kementerian Sosial menunjukkan sebanyak 59 Sekolah Rakyat telah terakreditasi dengan total 453 siswa yang diproyeksikan lulus pada 2026.

Dari jumlah tersebut, sebagian siswa mulai memiliki rencana masa depan, mulai dari melanjutkan pendidikan hingga bercita-cita menjadi aparat negara.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menambahkan bahwa program ini merupakan bagian dari visi nasional untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya.

“Keinginan Bapak Presiden adalah bagaimana seluruh anak Indonesia punya cita-cita, punya kesempatan melalui pendidikan yang layak, sehingga ke depan bisa memperbaiki kehidupan kita semua,” ujarnya.

Ia juga menyoroti masih adanya anak putus sekolah bahkan di sekitar pusat pemerintahan.

“Di tempat ini tidak jauh dari Pusat Pemerintahan sekitar 3-5 kilometer, masih ada anak putus sekolah, anak tidak sekolah. Ini masalah sejak lama,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan, pemerintah menjamin kebutuhan dasar siswa melalui pendekatan terpadu.

“Percayalah, di tempat ini nanti anak-anak akan dijamin tempat tinggalnya, makanannya, gizinya, kesehatannya, serta mendapatkan pendidikan yang sangat amat layak,” tegas Teddy.

Di daerah, Pemerintah Kabupaten Kuningan turut mendorong program ini sebagai solusi konkret. Bupati Dian Rachmat Yanuar menyebut angka putus sekolah masih cukup tinggi.

“Kuningan memang persentasenya cukup lumayan, karena kebanyakan berasal dari keluarga yang kurang mampu,” ujarnya.

Ia menambahkan Sekolah Rakyat diharapkan menjadi solusi efektif. “Mungkin salah satunya sekolah rakyat. salah satu solusi bagaimana putus sekolah bisa ditekan,” katanya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Percepat Penguatan Ketahanan Pangan Papua Demi Kesejahteraan dan Masa Depan Masyarakat

Oleh: Yulianus Wenda*Pemerintah terus menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat ketahanan pangandi Tanah Papua sebagai bagian dari strategi besar mewujudkan pemerataanpembangunan nasional. Langkah ini menjadi bukti bahwa Papua ditempatkan sebagaiwilayah strategis dalam agenda pembangunan Indonesia, terutama dalam memastikanmasyarakat memperoleh akses pangan yang cukup, berkualitas, dan berkelanjutan. Melalui sinergi pemerintah daerah, Perum Bulog, aparat keamanan, serta masyarakat, berbagai program penguatan pangan kini semakin dirasakan manfaatnya hingga kewilayah pedalaman.Keseriusan pemerintah terlihat dari upaya Pemerintah Provinsi Papua yang terusmendorong optimalisasi potensi pangan lokal sebagai kekuatan utama ekonomimasyarakat. Wakil Gubernur Papua, Aryoko Rumaropen, menegaskan bahwa ketahananpangan harus dibangun melalui penguatan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatanpangan berbasis potensi daerah. Pendekatan ini mencerminkan arah pembangunanyang semakin berpihak kepada kebutuhan masyarakat Papua sekaligus mendorongkemandirian daerah.Papua memiliki kekayaan sumber daya alam yang luar biasa dan sangat potensialmenjadi lumbung pangan kawasan timur Indonesia. Berbagai komoditas lokal sepertisagu, umbi-umbian, jagung, serta hasil perkebunan rakyat merupakan kekuatan besaryang kini terus didorong pengembangannya oleh pemerintah. Langkah pemetaanpotensi pangan di berbagai kabupaten dan kota menjadi bagian penting untukmemastikan setiap wilayah mampu mengembangkan komoditas unggulan sesuaikarakteristik daerah masing-masing. Kebijakan tersebut menunjukkan bahwapembangunan di Papua dilakukan secara terencana, terukur, dan berbasis kearifanlokal.Selain penguatan produksi pangan lokal, pemerintah juga memperkuat sistem distribusipangan agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi secara merata. Dalam hal ini, Perum Bulog memainkan peranan penting sebagai garda terdepan penjaga stabilitaspangan di Tanah Papua. Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, distribusiberas dan kebutuhan pokok kini semakin menjangkau berbagai wilayah hingga kawasanpegunungan dan daerah terpencil. Kehadiran Bulog bukan hanya memastikanketersediaan pangan, tetapi juga menjaga stabilitas harga sehingga masyarakat dapatmemperoleh kebutuhan pokok dengan lebih mudah.Komitmen tersebut terlihat dari kesiapan stok pangan yang disiapkan untuk masyarakatdi enam provinsi wilayah Papua. Program bantuan pangan, Gerakan Pangan Murah, serta Stabilisasi Pasokan dan Harga...
- Advertisement -

Baca berita yang ini