Pesan Asnawi: Ambil Kesempatan Main di Luar Negeri, Jangan Pikirkan Bayaran

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Asnawi Mangkualam mendukung langkah pemain Indonesia main di luar negeri. Dia menyebut, jangan terlalu memikirkan soal bayaran.

Asnawi adalah satu-satunya pemain Indonesia yang merumput di Korea bersama Ansan Greeners. Meski bermain di Liga 2, terbukti penampilan Asnawi mengalami perkembangan sangat baik.

Mantan pemain PSM Makassar itu mendorong rekan-rekannya melanjutkan karier di luar negeri. Apalagi saat ini sedang kencang-kencangnya rumor ketertarikan klub asing, terutama Korea, kepada pemain Indonesia usai gelaran Piala AFF 2020.

Asnawi berharap, ada yang mengikuti jejaknya main di luar negeri karena bagus untuk mengembangkan kualitas permainan.

“Ya itu bagus juga buat Timnas Indonesia, saya harap pemain-pemain yang dapat tawaran jangan menolak,” katanya.

“Itu kan buat karier mereka, apalagi mereka lebih muda dari saya. Dan saya harap mereka tidak boleh menolak, kalau bisa langsung terima saja berapapun nominalnya,” ujarnya.

Asnawi menjadi contoh pemain yang rela mendapat bayaran lebih kecil di Ansan Greeners dibandingkan yang diterimanya bersama PSM Makassar. Semua dilakukan demi mengembangkan karier dan kualitas permainan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini