Bek Malaysia Bikin Mati Kutu Penyerang Liverpool, Keok Lawan Pemain Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dion Cools pernah membuat pemain depan Liverpool mati kutu di Liga Champions. Di Piala AFF 2020 lawan Indonesia, dia tak bisa berbuat banyak.

Malaysia memanggil Cools untuk tampil di Piala AFF 2020. Dia baru bisa bermain saat menghadapi Indonesia di laga pamungkas penyisihan grup b. Sayang, debutnya berakhir dengan kekalahan telak 1-4 dan Malaysia gugur.

Saat memperkuat klubnya, FC Midtjylland pada Desember 2020, Cools harus berhadapan dengan pemain depan Liverpool, Diogo Jota. Kala itu laga berakhir imbang 1-1 dan Cools tampil cukup baik mematikan pergerakan Jota.

Cools tak berdaya saat melawan Indonesia. Dia gagal mengantisipasi pergerakan Irfan Jaya saat proses terjadinya gol pertama. Umpan tarik Witan Sulaeman gagal diantisipasinya.

Cools juga bertanggung jawab atas gol kedua Indonesia yang juga dicetak Irfan Jaya. Dia berhasil dilewati Pratama Arhan yang akhirnya melepaskan umpan ke arah Irfan yang berujung dengan koyaknya gawang Malaysia.

Cools kenyang pengalaman di Eropa. Dia juga pernah memperkuat klub Belgia, Club Brugges yang sering bertemu dengan klub-klub besar Benua Biru, seperti Manchester United, Borussia Dortmund, hingga Real Madrid.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pelayanan Haji 2026 Mendapat Banyak Apresiasi

*) Oleh : Deva BarunaPelaksanaan ibadah haji tahun 2026 mendapat banyak apresiasi dari para jemaahIndonesia maupun berbagai pihak yang terlibat dalam penyelenggaraannya. Berbagaipembenahan layanan yang dilakukan sejak awal keberangkatan hingga kepulangandinilai memberikan kenyamanan yang lebih baik. Tidak sedikit jemaah yang mengakumerasa lebih tenang karena sistem pelayanan yang semakin tertata dan responsif. Mulai dari proses pemberangkatan di embarkasi, pendampingan selama di Tanah Suci, hingga layanan kesehatan dan konsumsi, semuanya berjalan dengan lebih baikdibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Situasi ini menjadi gambaran bahwa upayapeningkatan kualitas pelayanan haji terus menunjukkan hasil positif.Salah satu aspek yang paling banyak mendapat perhatian adalah peningkatanpelayanan transportasi dan akomodasi. Jemaah merasakan kemudahan saatperpindahan dari satu lokasi ibadah ke lokasi lainnya karena koordinasi petugas dinilailebih sigap dan terorganisasi. Bus antarjemput yang tersedia lebih teratur sehinggamampu mengurangi kepadatan dan antrean panjang, terutama saat puncakpelaksanaan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Selain itu, fasilitas penginapanjuga dianggap semakin nyaman dengan kebersihan yang lebih terjaga serta jarak hotel yang relatif dekat dengan pusat kegiatan ibadah. Kondisi ini membuat jemaah, khususnya lanjut usia, merasa lebih terbantu dalam menjalankan rangkaian ibadah haji...
- Advertisement -

Baca berita yang ini