Terungkap! Begini Alasan Asli Rachel Venna Kabur Karantina

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Influencer Rachel Vennya kembali menjadi buah bibir netizen. Fakta soal kabur karantina yang dilakukannya kini menemui babak baru.

Setelah pelaksanaan sidang pada Jumat 10 Desember 2021, terungkap alasan Rachel mangkir dari karantina. Ia mengaku tak memiliki pengalaman tak menyenangkan saat karantina pertama usai pulang dari Dubai.

Hal itu membuat Rachel dan kedua rekannya, Salim dan Maulida, membayar sebesar 40 juta Rupiah pada Satgas Covid-19 agar tak mengikuti karantina.

Fakta ini sontak menghebohkan publik. Terlebih, Rachel sempat mengatakan alasannya tak mengikuti karantina karena rindu dengan anak-anaknya.

Rachel Vennya ditetapkan sebagai tersangka karena tak mengikuti karantina usai pulang dari Amerika Serikat. Rachel divonis empat bulan penjara, tapi tidak ditahan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Strategi 3B dalam Program MBG Bangun SDM Unggul

Oleh: Citra Kurnia Khudori)* Pembangunan sumber daya manusia yang unggul tidak dapat dilepaskan darikualitas gizi sejak awal kehidupan. Karena itu, intervensi gizi pada ibu hamil, ibumenyusui, dan balita (3B) menjadi langkah penting untuk memastikan generasimasa depan tumbuh sehat dan optimal. Dalam konteks tersebut, strategi 3B dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG)menjadi pendekatan yang relevan dan tepat sasaran. Fokus pada kelompok rentanini menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM harus dimulai dari fase paling awal dalam siklus kehidupan manusia. Perhatian terhadap periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) menjadi kuncidalam upaya mencegah stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan anak. Jika kebutuhan gizi terpenuhi sejak masa kehamilan hingga balita, fondasi bagilahirnya generasi yang produktif dan berdaya saing akan semakin kuat. Hal tersebut senada dengan penyampaian Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, yang mengatakan bahwa 1.000 HPK merupakan fondasi utama dalam membentukkualitas sumber daya manusia Indonesia yang unggul.  Ia menuturkan, fase sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun Adalah masa emas yang tidak bisa terulang. Investasi terbaik bagi masa depan bangsa adalahmemastikan setiap anak memperoleh gizi, kesehatan, dan pengasuhan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini