Pembagian Sembako, Wujud Kepedulian Prajurit TNI Terhadap Masyarakat Papua

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Prajurit TNI Koramil 1710-05/Jila melaksanakan pembagian sembako dan masker gratis kepada warga terdampak Covid-19 di Kampung Jila, Kabupaten Mimika, Papua. Danramil Kapten Inf Fektor Suyanto menilai bahwa tindakan ini merupakan bentuk partisipasi aktif Koramil 1710-05/Jila bersama Pos Satgas Yonif 315/GRD terhadap warga selama pandemi.

“Kegiatan ini bertujuan untuk membantu warga yang kurang mampu terdampak virus corona,” kata Danramil.

Kapten Fektor juga mengungkapkan bahwa sembako ini disalurkan kepada masyarakat yang saat ini belum menerima bantuan dari pemerintah.

“Dengan harapan bantuan sembako dapat meringankan sedikit beban mereka,” kata Danramil Kapten Inf Fektor Suyanto.

Danramil juga mengakui bahwa pemberikan sembako ini merupakan inisiatif yang murni dari personel TNI Koramil Jila.

“Semoga dengan bantuan ini warga kurang mampu benar-benar dapat merasakan manfaatnya,” kata Danramil.

Tindakan ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat khususnya di Kampung Jila, Kabupaten Mimika. Terlebih bisa membantu kehidupan masyarakat selama menghadapi pandemi Covid-19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini