Deretan Artis yang Mengaku jadi Korban Pelecehan Seksual

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ada banyak artis yang berani bicara mengaku menjadi korban pelecehan seksual. Siapa saja?

Mayoritas korban pelecehan memilih untuk bungkam, tidak membicarakan hal tersebut kepada siapapun. Mereka akan menyimpan dan mengubur pengalaman buruk ini sendirian atau hanya diceritakan kepada orang-rang terdekat.

Pelecehan seksual dapat terjadi dimana saja, kapan saja dan pada siapa saja, termasuk public figure di luar maupun luar negeri. Artis-artis berikut ini pernah mengalami pelecehan seksual, antara lain:

  1. Dewi Sandra
    Penyanyi dan aktris Dewi Sandra pernah mengalami pelecehan seksual beberapa tahun lalu, tepatnya sebelum ia memantapkan diri untuk berhijab. Kejadian itu terjadi saat dirinya usai bernyanyi. Sekelompok pria melecehkannya melalui kata-kata atau secara verbal. Tak terima, Dewi langsung berbalik dan mencoba memberikan peringatan apabila hal tersebut terjadi pada ibu ataupun saudara perempuan mereka.
  2. Via Vallen
    Pedangdut Via Valle juga pernah mengalami pelecehan seksual pada tahun 2018. Diketahui bahwa pelakunya adalah seorang pesepakbola Tanah Air. Vallen membeberkan bahwa pelaku menginginkannya untuk datang ke rumah pelaku dan bernyanyi dengan pakaian seksi. Jelas, Via Vallen langsung marah karena diperlakukan tidak layak.
  3. Jennifer Lawrence
    Salah satu bintang Hollywood, Jennifer Lawrence mengalami pengalaman pahit terkait pelecehan. Ia diminta untuk tampil tanpa busana oleh produser wanitanya. Ia juga disejajarkan dengan wanita lain yang juga tanpa busana. Sang produser mengatakan bahwa tubuh Jennifer terlihat tidak proporsional dibandingkan dengan wanita lain dan menjadikan wanita lain yang lebih kurus sebagai acuannya berdiet.
  4. Lady Gaga
    Lady Gaga mengaku pernah menjadi korban pelecehan seksual saat ia berumur 19 tahun. Lady Gaga diperkosa oleh seorang produser musik. Sebelum dilecehkan, ia diancam karirnya akan hancur apabila tidak menanggalkan pakaiannya. Akibatnya, Gaga mengalami trauma berat dan paranoia selama bertahun-tahun setelah kejadian tersebut.

Reporter: Shafira Annisa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Mendukung Instensifikasi Respons Dini Menekan Dampak PHK terhadap Masyarakat

*) Oleh : Prinsa AlisaDinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian memberikantantangan tersendiri bagi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam situasi tersebut, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk melindungimasyarakat melalui berbagai langkah strategis guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya intensifikasirespons dini yang dilakukan pemerintah patut mendapatkan dukungan dari seluruhelemen masyarakat karena menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonominasional sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.Langkah respons dini yang diperkuat pemerintah menunjukkan adanya kesadaranbahwa potensi PHK harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi permasalahansosial dan ekonomi yang lebih besar. Melalui pemantauan kondisi industri secaraberkelanjutan, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sertakomunikasi yang lebih intensif dengan pelaku usaha, pemerintah berupayamendeteksi berbagai potensi risiko sejak awal. Pendekatan ini menjadi penting karenapenanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh pekerja maupun sektor usaha.Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KemnakerRI), Indah Anggoro Putri menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagaikebijakan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha agar tetap mampumempertahankan tenaga kerjanya. Berbagai insentif, kemudahan berusaha, hinggaupaya menjaga iklim investasi terus dilakukan untuk menciptakan ruang tumbuh bagisektor industri. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokuspada penanganan dampak setelah PHK terjadi, tetapi juga berupaya mencegahterjadinya PHK melalui penguatan daya tahan ekonomi dan dunia usaha.Selain itu, pengembangan program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerjamenjadi salah satu bentuk nyata respons pemerintah dalam menghadapi perubahankebutuhan pasar tenaga kerja. Transformasi ekonomi dan perkembangan teknologimenuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang semakin adaptif. Melalui berbagaiprogram pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintahberupaya memastikan bahwa pekerja Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang kerja yang luas di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.Dukungan terhadap respons dini pemerintah juga penting karena dampak PHK tidakhanya dirasakan oleh individu yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga memengaruhikondisi ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ketika lapangan kerja dapatdipertahankan dan risiko PHK dapat ditekan, daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Stabilitas konsumsi rumah tangga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhanekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilanlangkah pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko ketenagakerjaan akanmemberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.Pakar demografi dan ketenagakerjaan terkemuka dari Universitas Gadjah Mada(UGM), Tadjuddin Noer Effendi menjelaskan di tingkat daerah, penguatan respons dinidapat membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha mengambil langkah antisipatifyang lebih efektif. Informasi yang diperoleh lebih cepat memungkinkan berbagai pihakmenyiapkan solusi sebelum terjadi gejolak ketenagakerjaan yang lebih besar. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalansecara optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga perlu diwujudkan melalui partisipasi aktifberbagai pemangku kepentingan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini