Bawa 12 Ribu Dosis, BIN Gelar Vaksinasi di Blitar

Baca Juga

MATA INDONESIA, BLITAR – Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Jawa Timur atau Binda Jatim menggelar vaksinasi di Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar pada Jumat 12 November 2021. Kegiatan ini dilaksanakan untuk mempercepat capaian target vaksinasi yang masih kurang.

Kabinda Jawa Timur, Marsma TNI Rudiyanto Iskandar mengatakan bahwa dalam kegiatan kali ini pihaknya menyediakan 12 ribu dosis vaksin sinovac untuk tiga wilayah yaitu Kecamatan Nglegok, Ponggok, dan Sanankulon.

“Berdasarkan informasi, jumlah masyarakat Kecamatan Ponggok paling banyak. Maka dari itu kami gelar vaksinasi di sini,” ujarnya.

Ia mengungkapkan bahwa antusiasme warga di Desa Pojok, Kecamatan Ponggo sangat tinggi dalam program vaksinasi ini. Rudi juga berpesan kepada warga agar tetap patuh menerapkan protokol kesehatan (prokes), walaupun sudah divaksin.

“Semoga kehidupan sosial dan ekonomi kembali pulih, jika sudah terbentuk kekebalan kelompok,” katanya.

Untuk diketahui, Binda Jawa Timur juga melakukan vaksinasi door to door dengan mendatangi rumah para lansia dan warga kurang mampu, didampingi Bupati Blitar Rini Syarifah.

Sebelumnya BINDA Jawa Timur juga sukses menggelar vaksinasi dengan sasaran para santri di Pondok Pesantren Nurul Ulum, Sutojayan, Kabupaten Blitar pada Oktober lalu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini