Aktor ‘Squid Game’ Asal Filipina Alami Diskriminasi di Korea

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Aktor Filipina, Christian Lagahit mengaku mengalami aksi diskriminasi di Korea. Dia adalah salah satu aktor ‘Squid Game‘.

Dalam interview dengan channel YouTube Asian Boss, Christian, yang tampil di ‘Squid Game’ sebagai player 276, memperkenalkan diri sebagai konsultan marketing dan data analis yang bekerja part-time sebagai aktor di Korea.

Christian mengatakan, dia datang ke Korea di 2015 atas saran ibunya, yang juga bekerja di Negeri Ginseng tersebut. Dia mulai bekerja sebagai guru bahasa Inggris dan kerja paruh waktu sebagai aktor di beberapa film.

Dari beberapa cerita yang pernah muncul di media sosial, orang Korea dikenal diskriminatif, walaupun tidak semua. Setidaknya, Christian mengaku punya pengalaman diskriminasi yang menimpanya.

“Saat itu saya sedang duduk di sebuah bus kecil. Saya duduk di belakang. Ada seorang wanita terus menatap saya. Awalnya saya tidak memerhatikan. Beberapa menit berlalu. Saya terkejut ketika sesuatu mengenai wajah saya. Dia melempar kol ke wajah saya,” cerita Christian, dikutip dari Korea Times, Selasa 2 November 2021.

Christian bertanya pada wanita itu, yang sepertinya sudah berusia lebih dari 50 tahun, mengapa dia melempar kol ke wajahnya. Salah satu penumpang bus mengatakan, wanita itu ingin Christian turun dari bus karena bukan orang Korea.

“Saat wanita itu hendak turun dari bus, wanita itu berteriak, ‘Semua orang asing di Korea adalah orang jahat'” katanya.

Salah satu tindakan diskriminasi lain yang dialami Christian adalah, satu momen dimana orang Korea menolak duduk di sebelahnya di bus.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini