Jangan Ketipu Film Porno Gaes! Ini Lho Bahaya Seks Anal

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Beberapa waktu lalu, ayah Taqy Malik, Mansyardin Malik dilaporkan oleh Marlina Octaria karena dugaan penyimpangan seksual.

Dalam laporannya tersebut, Marlina, sang istri siri, mengaku Mansyardin telah melakukan penyimpangan seks kepadanya. Kedatangan Marlina didampingi oleh kuasa hukumnya untuk memastikan apakah hubungan seks melalui anal diperbolehkan dalam agama Islam.

Akibat dari penyimpangan seksual ini adalah keretakan rumah tangga yang berujung perceraian. Dia mengaku tidak sanggup lagi meskipun sudah menolak dan meminta cerai namun tetap dipaksa melayani.

“Oh nggak benar itu, nggak, nggak, bohong,” ujar Kuasa Hukum Mansyardin, Halim Darmawan.

Marlina memiliki bukti visum dan mengaku mengalami cedera atas perbuatan tersebut. Menurut kuasa hukumnya, terdapat kerusakan yang sangat jelas di bagian belakang, hingga stadium 4.

Atas kasus ini, Taqy Malik sebagai anak menyampaikan permintaan maaf terkait dugaan kasus penyimpangan seksual yang dilakukan oleh sang ayah. Taqy mengaku sama sekali tidak mengetahui kejadian sebenarnya.

Ramainya pemberitaan ini di media sosial menuai reaksi dari berbagai pihak. Baik reaksi dari masyarakat, pemuka agama hingga dokter.
Dari kacamata kedokteran, aktivitas seks melalui anal baik dilakukan secara paksaan maupun atas dasar kemauan pribadi memicu berbagai risiko yang cukup tinggi.

Berhubungan seksual melalui anal dapat menyebabkan sejumlah Infeksi Menular Seksual (IMS) seperti gonore, hepatitis, B dan sifilis.
Selain itu cara ini juga dapat merobek lapisan rectum halus yang tidak mudah disembuhkan. Robekan ini menyebabkan kondisi bernama abses dubur yang meningkatkan peluang seseorang terkena infeksi.

Kondisi robeknya lapisan dinding anal disebut dengan fistula. Kondisi ini membuat feses tidak mudah keluar dari usus dan memerlukan tindakan operasi.

Dalam penelitian terbaru mengungkapkan bahwa berhubungan melalui anal dapat menyebabkan kanker anal dan serviks yang disebabkan oleh infeksi papillomavirus mausia. Kanker ini dapat terjadi pada semua jenis kelamin, baik laki-laki maupun perempuan. Jangan tertipu dengan adegan yang ada di film-film porno.

Di dalam ajaran agama Islam, berhubungan seksual melalui anal adalah perbuatan yang haram. Cara ini dinilai dapat mendatangkan murka dari Allah.
Peristiwa ini pernah terjadi pada zaman Nabi Luth. Pada saat itu, marak kaus sodomi, penyimpangan seksual antara sesama jenis. Peristiwa ini akhirnya mendatangkan azab dari Allah SWT.

(Shafira Annisa)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Evaluasi Berkelanjutan untuk Memperkuat Program MBG Nasional

Oleh: Rivka Mayangsari*)Pemerintah terus menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan keberhasilan Program MakanBergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program strategis nasional yang berfokus padapeningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Di tengah pelaksanaan program berskalabesar yang menjangkau puluhan juta masyarakat setiap hari, pemerintah menegaskan bahwaevaluasi dan pembenahan berkelanjutan menjadi kunci utama agar manfaat program benar-benardirasakan secara optimal oleh masyarakat.Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berorientasi padaperluasan cakupan program, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelaksanaannya di lapangan. Menurut Presiden, keberhasilan program MBG tidak dapat diukur semata dari jumlah penerimamanfaat, melainkan juga dari ketepatan sasaran, kualitas pelayanan, serta transparansi dalampengelolaannya.Saat ini, program MBG telah menjangkau sekitar 62,4 juta penerima manfaat setiap hari. Jumlahtersebut menunjukkan skala besar komitmen negara dalam memberikan perlindungan sosial danpemenuhan gizi masyarakat. Cakupan program meliputi berbagai kelompok rentan yang selamaini membutuhkan perhatian khusus dari negara, mulai dari 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, hingga 868 ribu ibu hamil.Tidak berhenti di situ, pemerintah juga berencana memperluas program bantuan pangan tersebutkepada sekitar setengah juta warga lanjut usia yang hidup tanpa pendamping. Langkah inimenunjukkan bahwa negara hadir untuk memastikan kelompok paling rentan tetap mendapatkanperlindungan dan akses terhadap kebutuhan gizi yang layak.Dalam pelaksanaannya, Presiden Prabowo secara terbuka mengakui adanya dinamika dankekurangan di lapangan. Sikap terbuka tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah tidak menutupmata terhadap berbagai persoalan yang muncul selama implementasi program. Sebaliknya, pemerintah memilih melakukan evaluasi secara agresif agar setiap kelemahan dapat segeradiperbaiki.Sebagai bentuk ketegasan, pemerintah telah menghentikan operasional ribuan unit penyedialayanan yang dinilai tidak memenuhi standar kualitas. Langkah ini memperlihatkan bahwapemerintah tidak mentoleransi penyimpangan ataupun kelalaian yang dapat merugikanmasyarakat. Program yang menyangkut kebutuhan dasar rakyat harus dijalankan dengan standartinggi dan pengawasan ketat.Presiden juga mengajak seluruh elemen pengawas, termasuk legislatif dan kepala daerah, untukterlibat aktif dalam mengawal jalannya program MBG. Menurutnya, keberhasilan program nasional tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah pusat, melainkan membutuhkan sinergiseluruh pihak agar pengawasan berjalan efektif dan transparan.Langkah evaluasi yang dilakukan pemerintah mencerminkan keseriusan dalam menjagaakuntabilitas program perlindungan sosial. Pemerintah ingin memastikan amanat konstitusiterkait perlindungan masyarakat miskin benar-benar terlaksana secara nyata dan tepat sasaran. Transparansi dan pengawasan menjadi fondasi penting agar kepercayaan masyarakat terhadapprogram pemerintah tetap terjaga.Komitmen penguatan program MBG juga terlihat dari langkah aktif Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, yang memanggil Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Dudung Abdurachman, untuk membahas pembenahan Badan Gizi Nasional (BGN) dan pelaksanaan program MBG. Pertemuan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah terus melakukan koordinasi lintas lembaga guna memastikan program berjalan lebih efektif.Dalam pembahasan tersebut, Gibran menyoroti pentingnya pembenahan internal di tubuh BGN agar pelaksanaan program semakin profesional dan terukur. Pemerintah menyadari bahwaprogram berskala nasional memerlukan sistem manajemen yang kuat serta sumber daya manusiayang kompeten agar implementasinya berjalan optimal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini