Ingat Ya! Jangan Langsung Olahraga usai Makan, Ini Bahayanya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Olahraga adalah kegiatan yang berguna untuk menyehatkan jasmani dan rohani manusia. Tapi, jangan dilakukan setelah makan ya.

Dokter Spesialis Olahraga, Dr. Sophia mengatakan bahwa, olahraga akan berbahaya jika dilakukan setelah makan, karena bisa menimbulkan kram dan pusing. Menurut dia, ketika selesai makan, aliran darah akan mengalir ke saluran pencernaan.

Setelah makan, tubuh manusia akan memfokuskan aliran darah pada sistem pencernaan untuk menyerap seluruh nutrisi dari makanan yang telah kita makan. Sedangkan saat kita olahraga, tubuh akan memfokuskan aliran darah hanya kepada otot.

Ketika melakukan olahraga setalah makan, aliran darah yang seharusnya mengalir ke pencernaan akan dialihkan ke otot oleh sistem saraf. Jika ingin tetap berolahraga setelah makan, maka lakukanlah minimal satu hingga dua jam kemudian. Berikan tubuh waktu untuk mencerna dan menyerap seluruh nutrisi makanan.

Menurut professor klinik Ilmu Kesehatan di Universitas California, Dr Daniel, makan sebelum berolahraga sangat tidak tepat. Ia lebih menganjurkan untuk melakukan makan sebelum melakukan olahrga.

Dampak-dampak berbahaya akan muncul apabila kamu tetap melakuan olahraga rutin setelah olahraga, yaitu:

  1. Mual dan Muntah
    Gerakan olahraga yang berlebihan akan mempengaruhi kondisi perut setelah makan. Goncangan ketika berolahraga akan menyebabkan rasa mual setelah olahraga. Jika aktivitas ini dilakukan secara terus menerus, maka berakibat muntah. Makanan yang akan terbuang sia-sia dan penyerapan nutrisi tidak berjalan secara maksimal.
  2. Kram Pada Perut
    Ketika perut kamu terisi penuh oleh makan, kemudian langsung berolahraga setelahnya maka akan berakibat pada kram di bagian perut. Kram perut muncul karena perut yang terisi penuh oleh makanan dipaksa untuk menarik sendi ketika olahraga.
  3. Berat Badan Naik
    Menurut penelitian yang menguji hubungan berat badan dan waktu makan sebelum atau sesudah olahraga menunjukkan bahwa peningkatan berat badan secara signifikan terjadi pada orang yang makan sebelum berolahraga. Ketika olahraga dilakukan setelah makan, maka setelah olahraga kita cenderung akan merasa lapar kembali. Hal ini berarti olahraga setelah makan bukan untuk mengurangi kalori namun justru menambah kalori penambah berat badan.

Reporter: Shafira Annisa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini