Vicky Prasetyo Divonis Hukuman 4 Tahun Penjara

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pengadilan Negeri Jakara Selatan menjatuhkan hukuman penjara selama 4 bulan kepada Vicky Prasetyo, Kamis 9 September 2021.

Vonis ini dijatuhkan kepada Vicky atas kasus pencemaran nama bail yang dilaporkan sang mantan istri, Angel Lelga. Suami Kalina Oktarani ini terbukti melanggar Pasal 335 KUHP tentang perbuatan tidak menyenangkan.

Vonis Pengadilan Negeri Jakarta Selatan ini lebih ringan dari tuntutan jaksa hukuman delapan bulan penjara.

Dalam persidangan kali ini, Vicky didampingi sang istri, Kalina, ibu, dan kuasa hukumnya. Usai pembacaan sidang, Kalina tak kuasa menahan air matanya. Vicky pun tampak berusaha menenangkan Kalina.

Vicky didakwa dengan pasal berlapis, yaitu Pasal 45 ayat (3) juncto Pasal 36 juncto Pasal 27 ayat (3) Undang-undang ITE serta Pasal 311 ayat (1) KUHP dan Pasal 335 ayat (1) KUHP.

Sebelumnya, Vicky sempat melaporkan Angel Lelga atas dugaan perzinahan. Tapi, laporan yang dilayangkan oleh Vicky berakhir dengan SP3 atau Surat Penghentian Penyidikan Perkara pada bulan Juli karena dinilai tak cukup bukti.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Presiden Gunakan Reshuffle untuk Maksimalkan Capaian Program Strategis

Oleh: Windi Paramitha )*Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan perombakan Kabinet Merah Putih sebagai langkah strategis untuk memastikan percepatan pelaksanaan program prioritas nasional. Presiden menempatkan reshuffle sebagai instrumen penting untuk menjaga efektivitas pemerintahan di tengah dinamika tantangan yang terus berkembang.Pelantikan pejabat baru yang berlangsung di Istana Kepresidenan Jakarta pada 27 April 2026 menunjukkan komitmen pemerintah dalam melakukanpenyesuaian struktural. Pemerintah memandang penyegaran kabinetsebagai bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap kinerja lembaganegara.Prosesi pelantikan yang dipimpin langsung Presiden menegaskanpentingnya integritas dalam menjalankan amanah jabatan. Presidenmenekankan kesetiaan terhadap konstitusi serta tanggung jawab penuhdalam menjalankan tugas sebagai bentuk pengabdian kepada negara.Struktur kabinet yang diperbarui menghadirkan sejumlah perubahansignifikan pada posisi strategis. Kepala Staf Kepresidenan sebelumnya, Muhammad Qodari, dipercaya mengemban tugas baru sebagai KepalaBadan Komunikasi Pemerintah. Perubahan ini diarahkan untukmemperkuat koordinasi komunikasi publik.Penunjukan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Kantor StafKepresidenan menjadi bagian dari upaya memperkuat pengendalianprogram prioritas. Pemerintah menilai pengalaman dan kapasitas Dudung mampu mendukung efektivitas koordinasi lintas sektor.Sektor lingkungan hidup juga mengalami penyesuaian kepemimpinan. Menteri Lingkungan Hidup yang baru, Jumhur Hidayat, diberikan amanahuntuk memperkuat kebijakan pengelolaan lingkungan secarakomprehensif. Pemerintah melihat latar belakangnya sebagai modal dalam memperluas pendekatan kebijakan.Peran Menteri Lingkungan Hidup sebelumnya, Hanif Faisol Nurofiq, tidakdihentikan melainkan dialihkan. Pemerintah menugaskan Hanif sebagaiWakil Menteri Koordinator Bidang Pangan guna mendukung penguatansektor strategis lainnya.Pengangkatan Abdul...
- Advertisement -

Baca berita yang ini