Wow! Pria Ini Buat Tato Sertifikat Vaksin, Tertarik Coba?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sertifikat vaksin menjadi suatu hal yang diperlukan masyarakat. Pasalnya, pemerintah mulai mewajibkan masyarakat untuk memiliki sertifikat vaksin untuk melakukan berbagai kegiatan.

Namun, apa jadinya ya juka sertfikat vaksin membuat seseorang terinspirasi membuatnya menjadi tato? Seperti yang dilakukan pria ini.

Pria bernama Andrea Colonnetta ini melakukan hal ekstrim, yakni mentato QR code sedi lengannya

Hal itu tampak dalam unggahan TikTok gabrielepelleronereal, yang tak lain adalah orang yang mentato QR code tersebut.

Andrea mengaku hal itu dilakukan agar praktis dan agar orang-orang mengetahui jika dirinya telah vaksin. Ia juga menyebut jika dirinya ingin menjadi pelopor pertama yang membuat tato tersebut.

“Itu benar-benar sesuatu yang original, aku ingin jadi berbeda,” kata

Meski begitu, aksi pria asal Italia itu menuai pro dan kontra karena dinilai berlebihan. Ia bahkan sempat mendapat tentangan dari orang tuanya, karena mereka berpikir suatu saat hal itu bisa menimbulkan penyesalan.

Sebelumnya, di Indonesia juga ada fenomena yang mirip. Yakni seorang pria membuat baju dari sertifikat vaksin.

Baju tersebut dibuat agar pria itu mudah saat berkunjung ke mal.

Gimana? Kamu tertarik coba?

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sidak Ramadan sebagai Instrumen Stabilitas Pasar

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Setiap memasuki bulan suci Ramadan dan menjelang Idulfitri, pemerintahmemastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan nasional tetap terjaga melaluilangkah pengawasan yang aktif dan terukur. Peningkatan aktivitas konsumsimasyarakat dipandang sebagai momentum positif yang mencerminkan perputaranekonomi yang dinamis. Dalam kerangka tersebut, inspeksi mendadak (sidak) menjadi instrumen strategis untuk memperkuat tata kelola pangan, memastikandistribusi berjalan lancar, serta menjaga keterjangkauan harga bahan pokok. Kehadiran langsung pemerintah di lapangan menegaskan komitmen kuat dalammelindungi kepentingan masyarakat, memperkuat transparansi rantai pasok, sertamembangun kepercayaan publik terhadap sistem pangan nasional yang tangguhdan responsif. Langkah tersebut terlihat nyata ketika Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas), Sarwo Edhy, turun langsung melakukan pemantauan di Pasar Jonggol, yang selama ini dikenal sebagai pasar penyangga bagi wilayah Bogor, Bekasi, hingga Jakarta. Kehadiran pejabat tinggi di titik distribusi akhir menunjukkan bahwapemerintah mengedepankan pengawasan berbasis kondisi riil lapangan. SarwoEdhy menegaskan bahwa selama Ramadan pemerintah tidak boleh lengah dan harus memastikan harga tetap terkendali serta distribusi berjalan lancar. Jika ditemukan ketidaksesuaian, langkah pembenahan akan segera dilakukan di lokasi. Hasil pemantauan memperlihatkan mayoritas komoditas pangan strategis beradadalam kondisi relatif stabil. Harga beras medium lokal berada di kisaran Rp13.000 per kilogram dan beras premium Rp14.500 per...
- Advertisement -

Baca berita yang ini