Akhirnya! Semua Member Girls’ Generation Bakal Muncul di ‘Yoo Quiz on the Block’?

Baca Juga

MATA INDONESIA, SEOUL – Seluruh anggota Girls’ Generation dikabarkan akan muncul di acara ‘Yoo Quiz on the Block’. Namun hingga saat ini mereka masih melakukan penyesuaian jadwal.

Seorang perwakilan dari tvN ‘Yoo Quiz on the Block’ mengkonfirmasi dengan berbagai media pada Rabu 28 Juli 2021. Belum ada konfirmasi terkait jadwal penayangan.

“Kami sedang menyusun penjadwalan untuk penampilan grup penuh Girls’ Generation di ‘Yoo Quiz’. Tanggal siaran untuk episode ini saat ini belum dikonfirmasi,” kata sumber tersebut dikutip dari AllKpop.

Jika semua 8-anggota Girls’ Generation berhasil berkumpul lagi untuk penampilan grup mereka di ‘Yoo Quiz on the Block’, itu akan menandai aktivitas resmi pertama grup dengan semua anggotanya sejak 2017, ketika para gadis menyelesaikan “promosi liburan”.

Sementara itu, syuting ‘Yoo Quiz on the Block’ baru-baru ini dihentikan sementara setelah seorang anggota staf dinyatakan positif COVID-19. tvN saat ini sedang bersiap untuk melanjutkan syuting untuk program variety segera.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini