PPKM Darurat Dilonggarkan, Masyarakat Tetap Harus Hati-Hati

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pemerintah berencana melonggarkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, minggu depan, namun ahli patologi Universitas Sebelas Maret, dr. Tonang Dwi Ardyanto masyarakat tetap harus berhati-hati karena meski kasus Covid19 turun namun hasil tes positif masih tinggi sekali.

“Maka tetap hati-hati. Selebihnya kita tawakkal,” kata dr. Tonang dalam keterangan tertulisnya, Kamis 22 Juli 2021.

Apalagi, angka positivitas masih 30 persen lebih bahkan untuk PCR masih 40 persen ditambah angka kematian yang juga masih terus meninggi, menurut Tonang, seharusnya menjadi perhatian kita semua.

Sebab, positivitas yang menggambarkan tingkat penularan rendah disepakati dunia adalah kurang dari 5 persen, sedangkan jika kurang dari 1 persen artinya penularan hampir tidak ada.

Artinya kesadaran masyarakat untuk tetap patuh dan berdisiplin menegakkan protokol kesehatan.

Sementara pemerintah tetap harus memasifkan tes-lacak-isolasi/obati serta mempercepat vaksinasi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Tanpa Kematian Sapi, Kasus PMK di Kulon Progo Berangsur Turun: DPP Beri Obat, Vitamin, dan Siapkan Vaksin 9.200 Dosis

Mata Indonesia, Kulon Progo - Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kulon Progo mencatat penurunan jumlah kasus aktif Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi ternak. Meski sempat melonjak pada awal 2026, kondisi terbaru menunjukkan tren membaik.
- Advertisement -

Baca berita yang ini