Ormas Islam Dukung Pelaksanaan Idul Adha dari Rumah

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Ormas-ormas Islam Indonesia satu suara mendukung rencana pemerintah untuk menggelar salat Idul Adha dari rumah. Hal ini disampaikan oleh Wakil Presiden Ma’ruf Amin.

Ia mengatakan bahwa keputusan ini merupakan hasil diskusi dengan sejumlah ormas Islam.
“Semua tadi sudah sepakat membuat pernyataan bersama sebagai satu ketegasan sikap bahwasanya untuk Idul Adha kali ini dengan tetap melaksanakan ibadah tetapi memperhatikan protokol kesehatan, menjaga jiwa manusia, karena itu dilakukan di rumah saja,” ujarnya, Minggu 18 Juli 2021.

Ma’ruf menyebut keputusan ini diambil untuk mencegah penularan covid-19 di tanah air. “Semua sepakat bahwa jangan sampai penyelenggaraan Idul Adha ini menambah semakin tingginya tingkat penularan,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa ormas-ormas Islam sepakat terkait takbir di rumah saja atau secara virtual bersama Presiden Jokowi didampingi dirinya dan Menteri Agama. Begitu pun untuk penyelenggaraan penyembelihan hewan juga tidak diadakan di masjid.

“Penyembelihan kurban itu supaya dilakukan melalui Rumah Potong Hewan dan dibagikan diantar dari rumah ke rumah,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini