TNI Harus Maksimal Dukung PPKM Darurat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat layaknya senjata untuk menekan dan memutus rantai penularan Virus SARS-Cov-2 penyebab Covid19, maka TNI diminta “all out” membantu pemerintah.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi I DPR RI, Meutya Hafidz dalam pesan yang dilihat Kamis, 1 Juli 2021.

“Saat ini pada dasarnya kita sedang perang mengakhiri pandemi dan strateginya adalah melindungi dan mencegah jatuhnya korban lebih banyak lagi akibat Covid19,” ujar Meutya.

Masyarakat diimbau Meutya juga tidak bisa lagi bersikap biasa-biasa saja terhadap situasi yang ada. Semuanya harus berusaha maksimal agar pandemi ini segera berlalu.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah melakukan percepatan dan perluasan vaksinasi Covid19.

Sebelumnya, Presiden Jokowi serta Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Marinves) Luhut Binsar Panjaitan menyatakan PPKM Darurat ini diterapkan dengan tegas.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini