Ternyata Ketua BEM UI Pernah Komunikasi dengan Veronica Koman

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Komunikasi antara Ketua BEM UI Leon Alvinda Putra dengan Veronica Koman terbongkar di jagad maya. Keduanya kedapatan saling membalas cuitan di Twitter.

Dilihat dari foto tangkapan layar tersebut, tampak cuitan Veronica Koman yang mengucapkan terima kasih ke BEM UI atas keberanian mereka.

“Terima kasih kepada seluruh BEM yang telah bersolidaritas, terutama BEMUI_Official yang telah berani pasang badan di awal,” demikian cuitan Veronica Koman.

Kicauan itu Leon Alvinda Putra. Ia juga berterima kasih kepada Veronica lantaran sudah menularkan keberanian kepadanya.

“Seperti yang kak Vero pernah sampaikan, keberanian itu menular! Thank you juga kak karena sudah menularkan keberaniannya,” tulis Leon.

Sontak unggahan Veronica Koman dan Ketua BEM UI Leon itu menuai reaksi keras dari warganet. Salah satu netizen, @Niwablezinky menilai dua sosok tersebut adalah penghianat bangsa.

“Penghianat bangsa,” ujarnya.

“Kadrun mah ga jauh-jauh temannya, kalo ga ormas anti Pancasila ya para pengkhianat bangsa yang rela menjual bangsanya sendiri demi kepentingan pribadi seperti Vero,” cuit @ChusnulCh_ .

Menurutnya, jika orang seperti Veronica Koman dan FPI adalah teman dari Leon Alvinda Putra maka menurutnya Ketua BEM UI itu memang sengaja menyerang Presiden Jokowi.

“Kalo orang seperti Vero dan FPI adalah temannya, apa masih yakin Leon_Alvinda menyerang presiden Krn cinta pada negaranya?,” ujarnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Penyerahan Dana 11.4 T Bukti Ketegasan Hukum dan Integritas Pemerintah Selamatkan Aset Negara

Oleh: Ahmad SubarkahPemandangan tumpukan uang tunai senilai Rp11,4 triliun di Kantor Kejaksaan Agung pada Jumat, 10 April 2026, bukan sekadar seremonial birokrasi biasa yang kerap menghiasi layarkaca. Bagi publik yang jeli melihat arah kebijakan nasional, peristiwa tersebut adalah proklamasiatas babak baru penegakan hukum di Indonesia, yakni sebuah fase di mana hukum tidak hanyaberfungsi memenjarakan badan, tetapi juga secara agresif memulihkan urat nadi perekonomiannegara. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang baru berjalan sekitar satu setengahtahun, langkah strategis melalui Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) telah menjelmamenjadi instrumen penyelamat fiskal yang sangat konkret dan terukur. Fenomena ini menandaipergeseran paradigma penegakan hukum dari yang bersifat retributif semata menjadi restitusifinansial yang masif demi kepentingan rakyat banyak.Langkah pemerintah dalam menarik denda administratif dan menyita aset hasil kejahatan sektorkehutanan merupakan jawaban cerdas sekaligus berani atas tantangan defisit anggaran yang sedang membayangi. Sebagaimana diketahui, data kuartal pertama tahun 2026 menunjukkanbahwa APBN per 31...
- Advertisement -

Baca berita yang ini