Tiga Bulan di Inggris, Begini Perkembangan Massa Otot Pemain Garuda Select

Baca Juga

MATA INDONESIA, LOUGHBOROUGH – Sudah tiga bulan Garuda Select berlatih di Inggris. Tim pelatih memantau perkembangan massa otot dan lemah tubuh para pemain.

Tes ini dilakukan langsung oleh Pelatih Fisik Garuda Select, Jake Fitzsimmons. Menuru dia, secara keseluruhan, para pemain memperlihatkan perkembangan positif soal massa otot dan kadar lemak di tubuh. Ke depannya, Coach Jake akan terus memantau agar para pemain tetap berada di level yang diinginkan.

“Kami mengukur beberapa hal mulai dari berat badan, tinggi badan, hingga lipatan kulit, dari situ kemudian dihitung berapa presentase lemak di kulit. Masing-masing pemain Garuda Select punya tujuan yang berbeda dari tes kali ini, tergantung kita ingin membentuk mereka seperti apa,” ujar Fitzimmons.

“Kalau komposisi tubuh mereka sudah bagus yakni massa ototnya bertambah dan kadar lemaknya rendah, kami akan terus menjaga mereka di level itu. Lalu jika ada pemain yang massa ototnya harus ditambah dan kadar lemaknya dikurangi, kami akan memberi mereka nutrisi atau mengubah rencana latihan mereka. Jadi semua tergantung ada di level mana si pemain itu,” katanya.

Ini adalah tes ketiga yang dilakukan pemain Garuda Select musim ini. Setiap bulannya, para pemain akan terus dipantau komposisi otot dan lemak di tubuh mereka. Asupan nutrisi lewat apa yang mereka makan juga menjadi perhatian khusus bagi tim pelatih.

“Perkembangannya sepanjang musim bisa terus terpantau. Bagaimana para pemain Garuda Select menjaga asupan nutrisi di tubuhnya, dan kami juga terus mengedukasi mereka tentang mana yang boleh dan yang seharusnya tidak dimakan untuk menjadi seorang atlet. Tetapi semua pemain memperlihatkan perkembangan baik,” ungkapnya.

Meningkatnya massa otot para pemain Garuda Select tidak terlepas dari latihan intensif yang diterapkan beberapa waktu belakangan, terutama saat latihan pre-season yang menguras fisik. Saat ini para pemain tinggal harus menjaga kondisi mereka untuk tetap berada di level yang optimal.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini