Epidemiolog Minta Vaksinasi Fokus pada Lansia, Ini Sebabnya

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Agar Pandemi Covid19 cepat terkendali, epidemiolog Pandu Riono, mendesak pemerintah memrioritaskan vaksinasi kepada para lansia.

Pandu menyodorkan bukti hasil vaksinasi di Inggris Raya yang berhasil menurunkan jumlah hospitalisasi, angka kematian dan penambahan kasus positif.

“Bukti nyata dampak vaksinasi pd penduduk Lansia bisa turunkan jumlah hospitalisasi, kematian dan kasus,” ujar Pandu seperti pesannya yang diterima Mata Indonesia, Rabu 17 Maret 2021.

Kondisi tersebut, menurut data yang disodorkan Pandu, bisa tercapai padahal vaksinasi baru 36,6 persen dari penduduk Inggris Raya.

Sebagian besar pasien Covid19 yang harus dirawat di rumah sakit adalah lansia bahkan bisa gawat dan mengakibatkan kematian.

Jadi dengan membuat lansia bisa bertahan terhadap Covid19, maka tekanan terhadap fasilitas kesehatan bisa jauh berkurang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini