Lee Do Hyun & Go Min Si Hadiri Pembacaan Naskah ‘Youth of May’

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Lee Do Hyun dan Go Min Si dikonfirmasi membintangi drama mendatang KBS yang berjudul “Youth of May”. Drama tersebut nantinya akan masuk slot drama Senin-Selasa.

Pada 17 Maret 2021, KBS merilis foto dari pembacaan naskah dengan para pemain. Selain dua seleb tersebut, drama tersebut juga dibintangi Lee Sang Yi, dan Geum Sae Rok.

“Youth of May” adalah tentang Hwang Hee Tae (Lee Do Hyun) dan Kim Myung Hee (Go Min Si), yang memiliki pertemuan penting di tengah pusaran peristiwa yang terjadi pada Mei 1980, periode waktu yang signifikan secara historis di Korea Selatan.

Hadir dalam pembacaan naskah adalah sutradara Song Min Yeob, penulis Lee Kang, dan pemeran Lee Do Hyun, Go Min Si, Lee Sang Yi, Geum Sae Rok, Oh Man Seok, Uhm Hyo Seop, Kim Won Hae, Hwang Young Hee, dan Shim Yi Young.

Sebelum pembacaan dimulai, sutradara Song Min Yeob berkata, “Saya akan bekerja keras untuk menceritakan kisah cinta dan masa muda yang ingin diungkapkan oleh drama kami. Lebih dari segalanya, saya berharap kami dapat mengakhiri syuting dengan aman tanpa ada yang terluka.”

“Setiap kali saya menulis naskah, saya duduk dengan pola pikir menulis surat. Saya merasa seperti saya telah mendapat balasan untuk surat-surat itu sekarang. Chemistry antar aktor sangat bagus sehingga memberi saya kehidupan baru untuk mengerjakan proyek ini,” tambah penulis skenario Lee Kang.

Karakter Lee Do Hyun, Hwang Hee Tae, adalah seorang mahasiswa kedokteran yang memiliki sisi licik dan nakal, tetapi bertekad dan kuat di bawahnya. Karakter Go Min Si, Kim Myung Hee, adalah seorang perawat selama tiga tahun dalam karirnya yang telah melalui segala macam kesulitan.

Lee Sang Yi dan Geum Sae Rok berperan sebagai saudara kandung Lee Soo Chan dan Lee Soo Ryeon. Lee Soo Chan ramah dan memikul tanggung jawab sebagai kakak dan menjalankan bisnis keluarga, sementara Lee Soo Ryeon adalah mahasiswa hukum yang santai dari keluarga kaya.

“Youth of May” akan tayang perdana pada Mei 2021!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini