Peneliti: Ekonomi Indonesia Kuat

Baca Juga

MINEWS.ID, JAKARTA – Peneliti senior pada Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Faisal Basri menilai Indonesia kuat. Tidak akan mengalami krisis dalam waktu dekat.

“Apapun yang terjadi, siapa pun presidennya pertumbuhan 5 persen sudah di tangan,” kata Faisal di Jakarta, Kamis 28 Februari 2019.

Menurutnya pertumbuhan itu disumbang dari konsumsi rumah tangga 5 persen, investasi 5 persen, konsumsi pemerintah lima persen. Pertumbuhan keseluruhan akan mecapai 4,75 persen.

Jika ditambah dengan konsumsi lembaga nonpemerintah maka setidaknya pertumbuhan ekonomi 5 persen sudah bisa kita peroleh.

Namun, pemerintah tidak bisa terlena dengan angka-angka tersebut karena pembangunan yang digencarkan belum dirasakan secara merata.

Buktinya gampang saja, yaitu elektabilitas Jokowi bertahan di angka 53 persen. Jika pembangunan dirasakan merata seluruh warga negara seharusnya Jokowi semakin populer dan angkanya lebih dari itu.

Berita Terbaru

Dokumen Gratis dan Pangan Aman Menjadi Harapan Baru bagi Penyintas Gempa NTT

Oleh: Ulfah Bunga)*Gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya menyebabkan kerusakan rumah dan fasilitas...
- Advertisement -

Baca berita yang ini