Baim Wong Ikutan Unfollow Dayana, Akui Marah karena Menjelekkan Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Dayana, mahasiswi asal Kazakhstan, kini kembali jadi sorotan netizen usai perseteruannya dengan YouTuber, Fiki Naki. Netizen geram lantaran Dayana seperti ‘kacang yang lupa kulit’.

Nama Dayana sempat naik usai pertemuannya dengan Fiki Naki secara daring melalui OmeTV. Dayana yang cantik pun menarik perhatian netizen Indonesia hingga akhirnya viral.

Namun, belakangan diketahui Dayana sempat marah lantaran honor endorse dipotong hingga 50 persen oleh manajer Fiki. Padahal, pekerjaan yang seharusnya dilakukan Dayana, dilakukan oleh Fiki. Pemotongan itu pun dianggap wajar.

Alhasil, Dayana mendapat hujatan dari netizen Indonesia. Bahkan, ia sempat mengatakan tak butuh dukungan dari netizen Indonesia. Hal ini kemudian berimbas pada penurunan followers di akun Instagramnya.

Dayana juga mengatakan dirinya akan lebih populer di negara lain. Ia juga mengaku memiliki teman vlogger dari Rusia yang lebih terkenal. Namun Dayana akhirnya meminta maaf atas perkataannya tersebut.

 

Permasalahan ini rupanya juga menarik perhatian Baim Wong. Dalam kolom komentar dari postingan Instagram Fiki Naki, Baim mengungkap dirinya juga ikut marah dna mengaku telah meng-unfollow Dayana.

“Komen ah… Sbnrnya saya ga terlalu ngikutin dayana-fiki. Lihat vlognya sekali aja, ketika dia kenalan.. tapi ketika ada masalah, dan saya tau dia menjelekkan Indonesia, dengan bilang ga butuh support orang Indonesia. wah, saya marah!” tulis Baim.

“Padahal setau saya, kita (Indonesia) mencintai dayana. Dan mau alasan apapun dia setelah itu (bilang bhs inggrisnya gak jago), minta maap.. dan skrng dia nangis? Hmm akan selalu ada cara orang untuk mendapatkan simpatiknya kembali,” lanjut Baim.

“Tapi Maap, ketika dia menjelekkan nama Indonesia… saya langsung unfollow..tetapi saya sudah memaafkan dia krn membawa nama Indonesia,” tambah Baim. Komentar Baim ini ikut direspon oleh fikinakii dengan kalimat, “@baimwong you got the point ma broo”.

Baim juga menuliskan komentar lain yang ditujukan untuk netizen Indonesia. “Semuanya tolong ..jangan menghujat atau membully dayana. Ga perlu kita buat dia seperti itu. Lebih baik kita memaafkan.. Buat fansnya dayana , teteplah sayang sm dia, dgn adanya kalian, saya yakin dia akan menjadi lebih baik,” pungkas Baim.

 

Gimana nih menurut Kalian???

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

UU PPRT Disambut Hangat, Buruh Apresiasi LangkahNyata Pemerintah

Oleh: Donny Hutama )*Pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (UU PPRT) menjadi tonggak penting dalam perjalanan kebijakanketenagakerjaan nasional. Regulasi ini tidak hanya menandai hadirnyanegara dalam memberikan perlindungan hukum bagi pekerja sektordomestik, tetapi juga menjadi jawaban atas aspirasi panjang yang telahdiperjuangkan selama lebih dari dua dekade.Momentum pengesahan UU PPRT disambut hangat oleh kalangan buruhyang menilai kebijakan tersebut sebagai langkah konkret pemerintahdalam menghadirkan keadilan. Dukungan ini mencerminkan adanyakepercayaan terhadap arah kebijakan pemerintah yang semakin responsifterhadap kebutuhan pekerja, khususnya kelompok yang selama ini beradadi sektor informal.Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Andi Gani Nena Wea, memandang pengesahan UU PPRT sebagai kemenangan bagipekerja rumah tangga di seluruh Indonesia. Ia menilai kehadiran regulasiini menjadi bukti nyata bahwa negara telah memberikan perlindunganyang layak setelah proses perjuangan yang panjang. Ia juga menekankanbahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari komunikasi intensif antarapemerintah dan serikat pekerja yang berlangsung secara konstruktif.Lebih lanjut, Andi Gani mengungkapkan bahwa dialog yang terjalin antarapemerintah, parlemen, dan kalangan buruh sebelumnya telah membukaruang pembahasan berbagai isu ketenagakerjaan, termasuk RUU PPRT. Menurut Andi Gani, proses tersebut menunjukkan bahwa pendekatankolaboratif mampu menghasilkan kebijakan yang berpihak padakepentingan masyarakat luas.Di sisi lain, Ketua DPR RI, Puan Maharani, menilai pengesahan UU PPRT sebagai tonggak sejarah bagi pekerja sektor domestik. Ia menegaskanbahwa regulasi ini merupakan wujud pelaksanaan amanat konstitusi yang menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh pekerjaan danpenghidupan yang layak. Dengan demikian, negara memiliki kewajibanuntuk memastikan seluruh pekerja, termasuk pekerja rumah tangga, mendapatkan perlindungan hukum yang memadai.Puan juga menekankan bahwa UU PPRT membawa perubahanmendasar dalam struktur hubungan kerja pekerja rumah tangga. Hubungan yang sebelumnya bersifat informal kini diarahkan menjadihubungan kerja formal yang memiliki kepastian hukum. Langkah ini dinilaipenting untuk memberikan pengakuan yang lebih kuat terhadap profesipekerja rumah tangga sebagai bagian dari sistem ketenagakerjaannasional.Regulasi tersebut turut mengatur berbagai aspek penting, seperti bataswaktu kerja yang wajar, hak atas waktu istirahat, serta hak cuti dalamberbagai kondisi. Selain itu, perlindungan terhadap keselamatan dankesehatan kerja juga menjadi perhatian utama dalam undang-undang ini. Pemerintah dipandang memiliki peran strategis dalam memastikanimplementasi kebijakan tersebut berjalan efektif di lapangan.Puan menilai bahwa kehadiran UU PPRT juga memberikan kepastian bagipemberi kerja dalam menjalankan hubungan kerja yang lebih profesional. Dengan adanya aturan yang jelas, potensi konflik dapat diminimalkan, sekaligus menciptakan hubungan kerja yang lebih harmonis danberkeadilan.Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, melihatpengesahan UU PPRT sebagai bentuk nyata dari semangat emansipasiperempuan yang terus hidup hingga saat ini. Ia menilai bahwa tanpaperlindungan hukum, gagasan emansipasi hanya akan menjadi retorikatanpa makna. Oleh karena itu, kehadiran UU...
- Advertisement -

Baca berita yang ini