Kapolda: Ormas Minta Jatah Lebaran, Kita Sikat!

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Jelang Hari Raya Idul Fitri, biasanya perusahaan atau intansi pemerintahan memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) dan itu menjadi rutiniats setiap lebaran.

Namun, ada saja oknum yang memanfaatkan hal ini untuk meminta secara paksa jatah THR maupun paket lebaran kepada seseorang atau intansi terkait.

Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi mengingatkan agar organisasi masyarakat (ormas) untuk tidak melakukannya. “Polisi siap menindak bila ditemukan unsur tindak pidana,” ujarnya usai memimpin apel gelar pasukan operasi ketupat Lodaya di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa 28 Mei 2019.

Rudy mengatakan meminta dengan cara memaksa apalagi hingga mengintimidasi bisa termasuk kategori tindak pidana. Maka dari itu, dia meminta agar para ormas untuk tidak meminta-minta jatah hingga masyarakat merasa takut.

“Pokoknya yang melanggar tindak pidana kita sikat. Walaupun menjelang atau pas waktu lebaran, kalau pelaku tindak pidana harus ditindak,” katanya.

Sementara itu Kepala Kesbangpol Kota Bandung Ferdi Ligaswara mengatakan mengimbau agar ormas-ormas di Kota Bandung tidak meminta jatah THR dan paket lebaran dengan cara memaksa.

“Kita tidak mengeluarkan surat, karena itu memang tidak diatur. Kita imbau saja untuk tidak meresahkan masyarakat dan menekan. Sepanjang itu dijalankan secara aturan, tidak ada tekanan dan tidak ada paksaan, syaratnya sukarela saja,” katanya.

Menurut Ferdi, masyarakat, pemerintah dan pihak swasta pun bisa dengan tegas menolak apabila terjadi unsur paksaan. “Tidak boleh menakut-menakuti apalagi membuat resah,” katanya.

Berita Terbaru

CKG Kesehatan Berkualitas untuk Mewujudkan Lansia Sehat dan Mandiri

Oleh: Yusuf Achsan )*Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) semakin menegaskan posisinyasebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitaskesehatan masyarakat, khususnya bagi lansia. Dalam menghadapitantangan penuaan populasi, pemerintah tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga menempatkan pencegahan sebagai prioritasutama. Pendekatan ini menjadi fondasi penting untuk memastikan lansiatetap sehat, mandiri, dan produktif dalam menjalani kehidupan sehari-hari.Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan memandang bahwa investasipada deteksi dini bukan sekadar intervensi medis, melainkan bagian daristrategi pembangunan jangka panjang. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, menekankan bahwa CKG berperan dalam meningkatkan umurharapan hidup sehat. Deteksi dini memungkinkan penyakit dikenali sejaktahap awal sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan efektif, sekaligus menekan biaya pengobatan yang berpotensi membebanimasyarakat.Dalam perspektif yang lebih luas, pendekatan promotif dan preventif yang diusung pemerintah melalui CKG mencerminkan transformasi sistemkesehatan nasional. Keberhasilan pembangunan kesehatan tidak lagihanya diukur dari jumlah pasien yang sembuh, tetapi dari semakinbanyaknya masyarakat yang mampu mempertahankan kondisi sehat. Hal ini menjadi sangat relevan bagi lansia yang rentan terhadap penyakitkronis, sehingga membutuhkan intervensi yang lebih terarah sejak dini.Program CKG juga terintegrasi dengan penguatan layanan kesehatanprimer, terutama melalui peran puskesmas sebagai garda terdepan. Pemerintah berupaya memastikan akses layanan kesehatan dapatmenjangkau hingga tingkat desa. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan fasilitas kesehatan menjadi faktor kunci dalammemperluas jangkauan program. Pendekatan ini menunjukkan keseriusanpemerintah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang merata dan berkeadilan.Selain berfokus pada penyakit tidak menular, CKG juga berkontribusidalam penanganan penyakit menular seperti tuberkulosis. Wakil...
- Advertisement -

Baca berita yang ini