7 Lagu Indonesia ini Liriknya Berbau Seks, Kok Nggak Dicekal KPI Juga ya?

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Tak usah jauh-jauh lagu barat, ternyata lagu Indonesia ada juga yang liriknya berbau seks dan dewasa, ini buktinya! Dicekal juga gak ya?

Belakangan publik digegerkan dengan list lagu berbahasa Inggris yang dibatasi oleh KPI Jawa Barat. Total ada 17 lagu yang diberi klasifikasi Dewasa oleh KPI Jabar, oleh karena itu TV hanya bisa menyiarkannya pada jam 22:00 – 03:00.

Dan berikut bunyi surat edaran dari KPI, “Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Provinsi Jawa Barat menetapkan bahwa lagu-lagu berbahasa Inggris yang berjudul sebagaimana terlampir pada Surat Edaran ini, baik dalam bentuk lagu, video klip, dan/atau sejenisnya hanya dapat disiarkan dan/atau ditayangkan pada lembaga penyiaran yang ada di wilayah layanan Jawa Barat dalam kasifikasi Dewasa (D): mulai pukul 22.00 WIB sampai pukul 03.00 WIB.”

Well, sebenarnya nggak usah jauh-jauh dengan lagu barat, ternyata lagu-lagu berbahasa Indonesia sendiri banyak mengunsur hal berbau seks dan dewasa, namun pemerintah tak memberikan sanksi serupa. Lagu apa saja? Nih MiNews.id bocorkan buat kamu.

Belah Duren

Lagu ini adalah milik almarhum Julia Perez. Lagu Belah Duren dirilis bersama album berjudul Kamasutra pada 2008. Dalam album tersebut Jupe menyertakan kondom yang diselipkan dalam sampul setiap albumnya untuk mendukung program safe sex dan keluarga Berencana.

Becekin Adek Bang

Lagu ini dirilis pada 16 Maret 2017. Lagu dangdut yang dinyanyikan Frida Angella itu dianggap liriknya bermuatan tak pantas dan terlalu vulgar. Ini potongan liriknya

Becekin adek dong abang
Adek goyang abangpun goyang
Sawerin adek dong abang
Adek senang abangpun senang

Sedang Ingin Bercinta

Jangankan dari liriknya, dari judulnya saja sudah menyiratkan hal yang berbau seksual. Lagu Dewa 19 ini sangat populer, kalian tentu tahu kan. Perhatikan saja beberapa bagian liriknya seperti: “Aku sedang ingin bercinta karena, mungkin ada kamu di sini aku ingin.”

Cinta Satu Malam

“Cinta Satu Malam” adalah singel dari artis funkot asal Indonesia, Melinda. Lagu ini dirilis pada tahun 2009 sebagai singel utama di album keenamnya, Cinta Satu Malam. Lagu ini bercerita tentang seseorang menjadi hubungan singkat demi memuaskan hasratnya. Kurang dewasa apalagi lagu ini guys?

Cucak Rawa

Kalau lagu ini pasti sudah banyak yang tahu ya. Lagu berlirik bahasa jawa ini dinyanyikan oleh Didi Kempot. Namun liriknya bikin orang mikir yang iya-iya. Berikut ini potongan liriknya.

Manuke manuke cucak rowo
Cucak rowo dowo buntute
Buntute sing akeh wulune
Yen digoyang ser-ser aduh enake

Hamil Duluan

Lagu yang dinyanyikan Tuty Wibowo ini dirilis pada 2017 lalu. Liriknya bercerita tentang seorang wanita yang ‘kecelakaan’ karena hamil duluan sudah tiga bulan tapi belum menikah. Berikut potongan liriknya.

Ku hamil duluan sudah tiga bulan
Gara-gara pacaran tidurnya berduaan
Ku hamil duluan sudah tiga bulan
Gara-gara pacaran suka gelap-gelapan

Jablay

Lagi-lagi dinyanyikan oleh Tuty Wibowo. Lagu Jablay alias jarang dibelai ini sempat hits banget saat dinyanyikan ulang oleh Titi Kamal. Lagu ini bercerita tentang suaminya yang jarang pulang, membuat sang istri jarang dibelai. Berikut ini penggalan liriknya.

Panggil aku si jablai
Abang jarang pulang
Aku jarang dibelai

Ternyata guys, nggak perlu jauh-jauh lagu berbahasa inggris dengan konten dewasa, yang berbahasa Indonesia dan lebih mudah dimengerti anak kecil aja banyak. (Tisa)

Berita Terbaru

Mendukung Instensifikasi Respons Dini Menekan Dampak PHK terhadap Masyarakat

*) Oleh : Prinsa AlisaDinamika perekonomian global yang masih diwarnai ketidakpastian memberikantantangan tersendiri bagi dunia usaha dan sektor ketenagakerjaan di Indonesia. Dalam situasi tersebut, pemerintah terus menunjukkan komitmennya untuk melindungimasyarakat melalui berbagai langkah strategis guna mengantisipasi dan meminimalkan dampak pemutusan hubungan kerja (PHK). Upaya intensifikasirespons dini yang dilakukan pemerintah patut mendapatkan dukungan dari seluruhelemen masyarakat karena menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonominasional sekaligus melindungi kesejahteraan para pekerja dan keluarganya.Langkah respons dini yang diperkuat pemerintah menunjukkan adanya kesadaranbahwa potensi PHK harus diantisipasi sebelum berkembang menjadi permasalahansosial dan ekonomi yang lebih besar. Melalui pemantauan kondisi industri secaraberkelanjutan, penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, sertakomunikasi yang lebih intensif dengan pelaku usaha, pemerintah berupayamendeteksi berbagai potensi risiko sejak awal. Pendekatan ini menjadi penting karenapenanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi dampak yang dirasakan oleh pekerja maupun sektor usaha.Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Dirjen PHI dan Jamsos) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (KemnakerRI), Indah Anggoro Putri menjelaskan pemerintah terus mendorong berbagaikebijakan yang bertujuan menjaga keberlangsungan dunia usaha agar tetap mampumempertahankan tenaga kerjanya. Berbagai insentif, kemudahan berusaha, hinggaupaya menjaga iklim investasi terus dilakukan untuk menciptakan ruang tumbuh bagisektor industri. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya fokuspada penanganan dampak setelah PHK terjadi, tetapi juga berupaya mencegahterjadinya PHK melalui penguatan daya tahan ekonomi dan dunia usaha.Selain itu, pengembangan program peningkatan keterampilan dan pelatihan kerjamenjadi salah satu bentuk nyata respons pemerintah dalam menghadapi perubahankebutuhan pasar tenaga kerja. Transformasi ekonomi dan perkembangan teknologimenuntut tenaga kerja memiliki kompetensi yang semakin adaptif. Melalui berbagaiprogram pelatihan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemerintahberupaya memastikan bahwa pekerja Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang kerja yang luas di tengah perubahan ekonomi yang berlangsung cepat.Dukungan terhadap respons dini pemerintah juga penting karena dampak PHK tidakhanya dirasakan oleh individu yang kehilangan pekerjaan, tetapi juga memengaruhikondisi ekonomi keluarga dan masyarakat sekitar. Ketika lapangan kerja dapatdipertahankan dan risiko PHK dapat ditekan, daya beli masyarakat akan tetap terjaga. Stabilitas konsumsi rumah tangga pada akhirnya akan mendukung pertumbuhanekonomi nasional yang lebih kuat dan berkelanjutan. Oleh karena itu, keberhasilanlangkah pemerintah dalam melakukan mitigasi risiko ketenagakerjaan akanmemberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.Pakar demografi dan ketenagakerjaan terkemuka dari Universitas Gadjah Mada(UGM), Tadjuddin Noer Effendi menjelaskan di tingkat daerah, penguatan respons dinidapat membantu pemerintah daerah dan pelaku usaha mengambil langkah antisipatifyang lebih efektif. Informasi yang diperoleh lebih cepat memungkinkan berbagai pihakmenyiapkan solusi sebelum terjadi gejolak ketenagakerjaan yang lebih besar. Kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam memastikan setiap kebijakan dapat berjalansecara optimal dan tepat sasaran.Dukungan terhadap langkah pemerintah juga perlu diwujudkan melalui partisipasi aktifberbagai pemangku kepentingan....
- Advertisement -

Baca berita yang ini