Lagi di Karawang? Jangan Lupa Icip-icip Kuliner Khasnya yang Bikin Nagih

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA-Karawang, Jawa Barat merupakan kota persinggahan para pemudik yang melewati jalur utara Jawa. Nah jika lewat atau sedang kebetulan berkunjung disana jangan lupa untuk mencoba beberapa makanan khas Karawang yang sudah melegenda.

Lantas apa saja sih wisata kuliner menarik yang ada di Karawang? Yuk langsung kita intip satu persatu dari #Top10KulinerLebaran2019 yang ada di Karawang.

1. Ikan Gabus Bumbu Pucung

Kuliner khas Karawang yang pertama adalah ikan gabus bumbu pucung. Bagi penggemar ikan, menu ini wajib dicoba ketika berkunjung ke Karawang. Anda dapat menemukan menu ikan gabus bumbu pucung ini di daerah Rawamerta, tepatnya di Desa Panyingkiran.

2. Pepes Walahar Pak Hj. Dirja

Kuliner khas Karawang yang wajib dicoba adalah Pepes Jambal Walahar Haji Dirja, yang terletak dekat Bendungan Walahar. Rumah makan ini menyediakan beragam menu pepes, dan tentunya memiliki menu utama pepes jambal yang digemari banyak orang.

3. Ratu Penyet

Ini dia gudangnya menu penyetan paling mak nyoss di Karawang. Menunya super lengkap. Ada Ayam Penyet, Bebek Penyet, Empal Gepuk Penyet, Iga Penyet sampe Ikan Penyet bisa kamu nikmatin di sini. Pilihan sambelnya jempolan. Ada pilihan sambel XP (Xtra Pedas), Pedas, Sedang dan Tidak Pedas.

4. Tahu Bambu

Jika Sumedang punya tahu Sumedang-nya yang khas, Karawang punya tahu bumbu Sari Rasa yang tak kalah enak dan gurih. Anda dapat menemukan tahu ini di Jalan Dewi Sartika, yang mana terdapat kedai tahu bumbu Sari Rasa yang sudah berdiri sejak tahun 1980-an.

5. Soto Tangkar Mang Nean

Wisata kuliner khas Karawang selanjutnya adalah Soto Tangkar Mang Nean yang berlokasi di Jalan Dewi Sartika, tepatnya di samping Hotel Dewi. Soto tangkar ini menjadi makanan khas yang wajib dicoba di Karawang karena rasanya yang khas dari bumbu serta resep turun-temurun sejak tahun 1980-an.

6. Soto Gempol

Selain soto tangkar, ada juga kuliner soto lainnya yang terkenal di Karawang yaitu Soto Gempol. Dari penampilannya, Soto Gempol ini agak mirip dengan Soto Betawi khas Jakarta. Namun tentunya Soto Gempol ini memiliki cita rasa yang khas dari pendirinya, yaitu H. Abdul Syukur dan Hj. Fatimah.

7. Lesehan Mang Ajo

Jika Anda hobi memancing, mungkin Anda dapat mencoba mengunjungi Lesehan Mang Ajo yang terletak di Teluk Jambe Barat ini. Konsep tempat ini adalah pemancingan sekaligus rumah makan yang berbentuk gubuk-gubuk kecil, disertai desain yang natural dan menyatu dengan alam. Ikan hasil pancingan Anda dapat dimasak untuk dimakan langsung atau dibawa pulang, yang biasanya dibandrol sekitar Rp 25.000 per-kilogram.

8. Es Walikota

Tak lengkap rasanya jika Anda berkunjung ke Karawang namun tidak bertandang ke tempat yang satu ini. Es Walikota adalah kedai es buah yang memiliki kepanjangan dari namanya yaitu Es Warung Lingkungan Kota. Ini sesuai dengan lokasinya yang berada di daerah kota Karawang.

9. Ayam Panggang M. Ochit

Mungkin ayam panggang memang dapat ditemui dimana-mana, namun berbeda dengan ayam panggang yang satu ini. Ayam panggang M. Ochit merupakan salah satu kuliner khas Karawang yang banyak digemari dan dicari orang, karena rasanya yang khas dan tentu saja lezat.

10. Soto Sadang

Soto Sadang aslinya berada di Purwakarta. Tepatnya berada di perbatasan Purwakarta-Karawang.  Soto ini memiliki dua jenis, yaitu soto dengan kuah bening dan kuah santan. Soto bening ini merupakan kuliner dengan kuah kaldu yang berasal dari daging rebus dengan api kecil dalam waktu yang lama.

Kuahnya jernih, namun rasanya gurih pekat dengan kaldu. Sementara untuk Soto Santan akan ada irisan lauk, berkuah santan berwarna kuning pucat dan rasanya gurih kuat.

Bagi anda yang mau mencobanya, bisa dateng ke lokasinya langsung di Jl. Veteran No.12, Sadang, Ciseureuh, Purwakarta. Lokasinya persis di samping Jembatan KA, Purwakarta. Tempat makan ini dibuka selama 24 jam, jadi anda tidak perlu khawatir tidak bisa memakannya karena tutup. 

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini