Meski Presidennya Sudutkan Islam, MUI Ajak Umat di Indonesia Tidak Latah Boikot Prancis

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTAUmat Islam diminta menahan diri saat menyikapi ajakan memboikot produk Prancis untuk memprotes pernyataan Presiden Immanuel Macron yang menyudutkan Islam.

Jika ingin menyampaikan aspirasi penolakan menurut Wakil Ketua Umum MUI Muhyiddin Junaidi tidak melarang tetapi umat Islam Indonesia harus melakukan dengan tertib dan tidak boleh merusak.

Seruan boikot Perancis terjadi di sejumlah negara di negara Arab seperti Qatar, Arab Saudi, Kuwait, dan Uni Emirat Arab (UEA).

Bahkan, sejumlah supermarket di negara tersebut juga disebut telah menarik barang-barang yang diproduksi di Prancis.

Namun, Muhyiddin mendesak Menteri Luar Negeri Retno Marsudi segera memanggil Duta Besar Prancis untuk Indonesia agar memberi klarifikasi yang jelas.

Muhyiddin mengakui MUI kecewa dengan pernyataan Macron tersebut karena tidak sepantasnya kepala negara berkomentar yang berpotensi memecah belah bangsa.

Muhyiddin mengingatkan Macron tidak hidup sendirian, melainkan berdampingan dengan umat Islam sehingga seharusnya bisa lebih bijak dalam bertutur kata dan tidak mendiskreditkan Islam.‎

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Flu Singapura Tak Ditemukan di Bantul, Dinkes Tetap Waspadai Gejala yang Muncul

Mata Indonesia, Bantul - Dinkes Kabupaten Bantul menyatakan bahwa hingga akhir April 2024 kemarin, belum terdapat kasus flu Singapura yang teridentifikasi. Namun, Dinkes Bantul tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. "Kami belum menerima laporan terkait kasus flu Singapura di Bantul. Kami berharap tidak ada," ujar Agus Tri Widiyantara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul, Sabtu 4 Mei 2024.
- Advertisement -

Baca berita yang ini