Siap-siap! Doctor Strange Bakal Hadir di Spider-Man 3

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Aktor tampan pemeran superhero Doctor Strange, Benedict Cumberbatch memberikan kabar bahagia. Dirinya akan bergabung bersama Tom Holland, dalam aksinya di film superhero garapan Marvel Studio, ‘Spider-Man 3’.

Dilansir dari Hollywood Reporter pada Jumat 9 Oktober 2020, ‘Doctor Strange’ akan mengambil peran mentor yang sebelumnya diisi Tony Stark alias Iron Man dalam Spider-Man: Homecoming, dan Samuel L.Jackson alias Nick Fury dalam Spider-Man: Far from Home. 

Sebelum Cumberbatch, pemeran Electro, Jamie Foxx sudah dipastikan lebih dulu akan kembali bergabung dengan si manusia laba-laba, yang muncul sebagai penjahat utama di ‘The Amazing Spider-Man 2’ pada 2014, dibintangi Andrew Garfield.

Cumberbatch dan Holland pertama kali bertemu sebagai Strange dan Spider-Man di ‘Avengers: Infinity War’. Mereka akan syuting ‘Spider-Man 3’ di Atlanta mulai akhir Oktober.

Spider-Man 3 akan disutradarai oleh Jon Watts, yang mengarahkan dua film sebelumnya. Sony menjadwalkan film ini rilis pada 17 Desember 2021.

Tak hanya itu, kabar baik lainnya juga hadir yakni sebagian besar pemeran pendukung dari film-film sebelumnya, seperti Zendaya, Marisa Tomei, Tony Revolori, dan Jacob Batalon, diperkirakan kembali dalam daftar pemain saat syuting berlangsung di Atlanta.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini