Merinding, Rumah Baru Milik Anak Atta Halilintar Kelak Dihuni Sosok Genderuwo

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Lahan milik YouTuber Atta Halilintar yang rencananya akan dibuat rumah masa depan istri dan anaknya kelak dihuni sosok gaib. Hal ini terungkap dari video di kanal YouTube-nya, Atta Halilintar.

Di awal video, kekasih Aurel Hermansyah ini memperlihatkan lahan yang nantinya akan didirikan rumah untuk anak dan istrinya. Rumah masa depannya itu dudesain unik karena terinspirasi dari mobil lamborghini.

Lahan luas yang diperlihatkan pun masih berisi ilalang, pepohonan, dan rumah tua tak terpakai. Meski dikabarkan akan menikah dengan Aurel, proses pembangunan rumah tersebut belum dimulai.

BACA JUGA: Video Pre-Wedding Viral, Atta Halilintar Jadi Sasaran Kekesalan Netizen Gegara Hal Ini

Dalam video berjudul “Penelusuran Hantu Di Rumah Baru Atta” itu, ia mendatangkan paranormal Ki Prana Lewu. Atta penasaran makhluk halus apakah yang menghuni lahan miliknya, karena kalau malam terlihat seram.

Masuk ke dalam sebuah bangunan yang ada di lahan tersebut, Ki Prana bertemu dengan sosok jin yang wujudnya seperti anak kecil. Dari sosok jin tersebut, diketahui ada sosok makhluk astral bernama Siska yang memang suka nongkrong di tempat tersebut.

“Ini tadi saya coba tanya, ada sosok yang bernama Siska. Jadi dia cerita, Siska itu pernah hidup beberapa tahun yang lalu terus nongkrongnya di sini, Ta,” jelas Ki Prana.

Lebih lanjut, Ki Prana tiba-tiba membentak sosok jin yang berwujud anak kecil tadi. Emosi Ki Prana meledak karena makhluk gaib itu mencoba mengelabuinya.

“Karena dia mencoba mengelabui bahwa orang yang meninggal itu tidak ada hubungannya lagi ke alam manusia atau alam dunia. Jadi, yang tadi sempat dikasih tahu Siska, itu jin yang mencoba menyaru sebagai roh gentayangan,” ungkap Ki Prana.

“Jadi dia katanya, Siska ini diperkosa terus dibunuh di seputaran… ada kali enggak di sini?” beber Ki Prana.

BACA JUGA: Sara Wijayanto Ungkap Sosok di Kamar Ayu Ting Ting, Bikin Nangis & Banyak ‘Kiriman’ Jahat

Tak hanya sosok Siska, Ki Prana juga menyebut ada genderuwo di seputar lahan milik Atta Halilintar ini. “Kalau di sana ada sosok genderuwo, di luar. Cuma dari tadi kita jalan ke sini, saya belum lihat. Makanya saya baru lihat sosok kecil ini. Coba kita lihat lagi,” papar Ki Prana.

Ki Prana pun mencoba mengingatkan kepada Atta bahwa jin bisa termanifestasi menjadi apapun. Ki Prana pun berpesan kepada Atta untuk tidak perlu merasa takut karena sosok makhluk halus sebenarnya juga bisa terbentuk karena penggambaran manusia sendiri.

“Saat takut, mereka dengan mudah memanipulasi pikiran manusia. Dikuatkanlah rasa takut itu untuk menggambarkan visual-visual yang tadi dikhayalkan manusia,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Trauma Healing, Upaya Strategis Negara Pulihkan Generasi Pascabencana Sumatra

Oleh : Nancy Dora  Bencana ekologis yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Aceh kembali menegaskanbahwa dampak kebencanaan tidak berhenti pada kerusakan fisik dan kerugian material. Di balikrumah yang runtuh, jalan yang terputus, dan fasilitas umum yang rusak, terdapat luka psikis yang jauh lebih dalam, terutama pada anak-anak sebagai kelompok paling rentan. Dalam konteks ini, trauma healing bukan sekadar program pelengkap pascabencana, melainkan menjadi upayastrategis negara untuk memulihkan dan melindungi masa depan generasi terdampak. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa anak-anak mencakup sekitar sepertiga dari total pengungsi pascabencana di Sumatra dan Aceh. Kondisi tersebut menempatkan mereka padasituasi krisis berlapis, mulai dari kehilangan rasa aman, keterputusan akses pendidikan, hinggatekanan psikologis akibat pengalaman traumatis. Wakil Ketua Komisi Perlindungan AnakIndonesia (KPAI), Jasra Putra, menegaskan bahwa pemulihan mental dan sosial anak harusditempatkan sebagai prioritas utama dalam penanganan bencana, karena trauma yang tidaktertangani berpotensi menghambat perkembangan kognitif dan emosional anak dalam jangkapanjang. Pendekatan trauma healing yang didorong KPAI menempatkan anak bukan hanya sebagaikorban, tetapi sebagai subjek pemulihan yang aktif. Melalui konsep eco-healing, anak-anakdiajak berinteraksi kembali dengan lingkungan secara positif. Pendekatan ini menggabungkanpemulihan psikologis dengan edukasi ekologi, sehingga anak tidak tumbuh dengan rasa takutterhadap alam, melainkan dengan kesadaran untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Dalampraktiknya, material sisa bencana dimanfaatkan sebagai sarana ekspresi kreatif, seperti karya seniatau fasilitas belajar sederhana, yang membantu anak memaknai ulang pengalaman traumatissecara konstruktif. Lebih jauh, eco-healing juga diarahkan untuk membangun resiliensi jangka panjang denganmengintegrasikan kearifan lokal. Pelibatan tokoh adat seperti Ninik Mamak di Sumatra Barat dan Tuha Peuet di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini