Pemerintah Optimalkan Potensi Desa Lewat Penguatan Koperasi Merah Putih

Baca Juga

Mata Indonesia, Jakarta – Pemerintah menargetkan pembangunan 20.000 hingga 30.000 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di seluruh Indonesia dapat diselesaikan dan mulai beroperasi pada April 2026.

Program ini diproyeksikan menjadi penggerak utama penguatan ekonomi pedesaan sekaligus menopang berbagai agenda strategis nasional. Target tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan.

Zulkifli menegaskan koperasi desa disiapkan sebagai wadah utama untuk menampung dan mengelola hasil usaha masyarakat agar memiliki nilai ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan.

“Koperasi desa ini yang akan menjadi support untuk MBG dan menampung hasil usaha-usaha rakyat. Mudah-mudahan Maret atau April ini bisa terbangun sebanyak 20 sampai 30.000 unit,” ujar Zulkifli Hasan.

Ia menambahkan, Koperasi Desa Merah Putih juga diproyeksikan menjadi tulang punggung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekaligus mendukung distribusi dan pengelolaan hasil produksi rakyat di tingkat desa.

Untuk menjaga kualitas pengelolaan, pemerintah pusat telah menyiapkan dukungan sumber daya manusia sesuai Instruksi Presiden, dengan menugaskan minimal tiga personel Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) di setiap KDMP.

Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah, menekankan Koperasi Desa Merah Putih tidak hanya dipahami sebagai badan usaha, tetapi juga sebagai simpul konsolidasi potensi desa, mulai dari pertanian, perikanan, UMKM, logistik, hingga layanan keuangan mikro.

“Koperasi menjadi penghubung antara produksi desa dengan pasar, serta antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Farida, jika koperasi mampu menghubungkan sumber daya desa dengan kebutuhan pasar, maka akan tercipta ekosistem ekonomi baru yang mendorong pertumbuhan antarwilayah.

“Ini bisa menjadi ruang ekosistem ekonomi baru yang juga menghubungkan antar desa di seluruh Indonesia,” katanya.

Dukungan juga datang dari PT PLN (Persero). Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan kesiapan perusahaan mendukung program prioritas Presiden melalui penyediaan listrik andal dan inovasi layanan bagi Kopdes Merah Putih.

“Agen koperasi bisa melakukan transaksi pembayaran listrik langsung ke rumah-rumah warga hanya menggunakan WhatsApp,” ujarnya.

Menurut Darmawan, setiap transaksi akan memberikan kontribusi pendapatan rutin bagi koperasi dan memperkuat keberlanjutan usaha desa.

Selain itu, PLN juga membuka peluang kerja sama pengembangan energi biomassa dengan melibatkan Kopdes Merah Putih sebagai bagian dari rantai pasok. ***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Trauma Healing, Upaya Strategis Negara Pulihkan Generasi Pascabencana Sumatra

Oleh : Nancy Dora  Bencana ekologis yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra dan Aceh kembali menegaskanbahwa dampak kebencanaan tidak berhenti pada kerusakan fisik dan kerugian material. Di balikrumah yang runtuh, jalan yang terputus, dan fasilitas umum yang rusak, terdapat luka psikis yang jauh lebih dalam, terutama pada anak-anak sebagai kelompok paling rentan. Dalam konteks ini, trauma healing bukan sekadar program pelengkap pascabencana, melainkan menjadi upayastrategis negara untuk memulihkan dan melindungi masa depan generasi terdampak. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa anak-anak mencakup sekitar sepertiga dari total pengungsi pascabencana di Sumatra dan Aceh. Kondisi tersebut menempatkan mereka padasituasi krisis berlapis, mulai dari kehilangan rasa aman, keterputusan akses pendidikan, hinggatekanan psikologis akibat pengalaman traumatis. Wakil Ketua Komisi Perlindungan AnakIndonesia (KPAI), Jasra Putra, menegaskan bahwa pemulihan mental dan sosial anak harusditempatkan sebagai prioritas utama dalam penanganan bencana, karena trauma yang tidaktertangani berpotensi menghambat perkembangan kognitif dan emosional anak dalam jangkapanjang. Pendekatan trauma healing yang didorong KPAI menempatkan anak bukan hanya sebagaikorban, tetapi sebagai subjek pemulihan yang aktif. Melalui konsep eco-healing, anak-anakdiajak berinteraksi kembali dengan lingkungan secara positif. Pendekatan ini menggabungkanpemulihan psikologis dengan edukasi ekologi, sehingga anak tidak tumbuh dengan rasa takutterhadap alam, melainkan dengan kesadaran untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Dalampraktiknya, material sisa bencana dimanfaatkan sebagai sarana ekspresi kreatif, seperti karya seniatau fasilitas belajar sederhana, yang membantu anak memaknai ulang pengalaman traumatissecara konstruktif. Lebih jauh, eco-healing juga diarahkan untuk membangun resiliensi jangka panjang denganmengintegrasikan kearifan lokal. Pelibatan tokoh adat seperti Ninik Mamak di Sumatra Barat dan Tuha Peuet di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini