Restoran Jin BTS Terdampak COVID-19, Jual Mobil Demi Bertahan?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Bisnis makanan yang dikelola Jin BTS juga terdampak COVID-19. Jin memiliki restoran di Seoul, Korea Selatan, yang ia kelola bersama sang kakak, Kim Seok Jung.

Bahkan, agar operasional restorannya tetap berjalan di tengah pandemi COVID-19 ini, Jin dan kakaknya terpaksa menjual mobil. Hal ini diungkapkan Jin dalam sebuah wawancara dengan radio MBC FM4U Music Camp.

Dalam wawancara itu, Jin menyebut bahwa ia dan kakaknya, tengah mengalami masa-masa sulit menjalankan bisnis kulinernya tersebut. Akhirnya sang kakak pun memutuskan untuk menjual mobilnya agar restorannya tetap bisa bertahan.

Inilah yang kemudian membuat pemilik nama Kim Seok Jin itu menjadi sedih. Apalagi ia dan kakaknya bukan orang yang berpengalaman dalam bidang food and beverage.

“Aku dan kakakku berkecimpung dalam bisnis makanan dan akhir-akhir ini sulit karena situasi COVID-19. Kami telah banyak berusaha mencari cara untuk memperbaiki keadaan,” ujar Jin seperti yang dikutip dari Soompi, Selasa 22 September 2020.

View this post on Instagram

맛있다 ? #seiromushi

A post shared by Ossu Seiromushi (@ossu.seiromushi) on

Diketahui, Jin BTS dan Kim Seok-jung memiliki bisnis kuliner dengan mendirikan restoran bernama Ossu Seiromus pada 2018 lalu. Kim Seok-jung adalah pemilik Ossu Seiromus, sedangkan Jin sendiri sebagai direktur.

Restoran itu menawarkan berbagai makanan tradisional khas Jepang. Kebanyakan hidangannya disajikan dalam klakat bambu dengan gaya seiro-mushi.

Curhata Jin BTS itu ramai diperbincangkan oleh BTS ARMY, sebutan untuk para penggemar boyband BTS. ARMY pun kemudian ramai-ramai mempromosikan restoran milik Jin BTS dan kakaknya.

Di samping itu, tak sedikit dari penggemar dan netizen lainnya yang mengaku salut dengan pria kelahiran 4 Desember 1992 dan kakaknya. Meski dalam masa sulit seperti ini, mereka berdua tetap berusaha untuk mempertahankan bisnisnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini