HUT 17 Tahun, D’Masiv Gak Pernah Ganti Personel

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Tak terasa grup band asal Indonesia, D’Masiv sudah memasuki usia 17 tahun berkarya di industri musik. Usia tersebut bukanlah waktu yang sebentar untuk sebuah band yang digawangi oleh Rian (vokalis), Dwiki (gitaris), Nurul (gitaris), Rayyi (bassis) dan Wahyu.

D’Masiv telah merilis puluhan lagu hits yang telah menemani para penggemarnya sejak tahun 2003, seperti  ‘Cinta Ini Membunuhku’, ‘Merindukanmu’, ‘Diantara Kalian’, ‘Jangan Menyerah’ dan masih banyak lagi.

Gak cuma sukses dengan lagu-lagunya, kekompakan para personel band ini juga patut diacungi jempol. Pasalnya, 17 tahun berkarya, D’Masiv tak pernah gonta-ganti anggota loh.

Saat menghadiri acara ‘Virtual Media Gathering’ pada Senin 21 September 2020 kemarin, terungkap bahwa salah satu perseonel mereka, Rayyi Kurniawan sempat hengkang dari band ini pada tahun 2005.

“Di 2005 akhir pas di masa-masa gue baru lulus SMA, gue ngalamin dilema. Gue harus melanjutkan pendidikan atau tetap nge-band,” kata pemain bass itu.

Rai, sapaan akrabnya, juga menjelaskan alasan mengapa ia sempat hengkang dari band yang membesarkan namanya itu. Ia mengungkapkan bahwa sang ayah dulunya tak yakin karier Rai bisa terjamin di industri musik.

Tak hanya Rai, Rian pun ikut menimpalkan kisah lama tersebut. Katanya, usai memutuskan keluar dari D’Masiv, Rai kerap kali menonton pertunjukan mereka seolah tak rela harus meninggalkan teman-temannya.

“Dulu pas kita pensi di SMA 90, dia (Rai) pernah dateng ikut nonton. Kasian juga nih anak jadi kita panggil kita suruh main bass aja,” ucap Rian bernostalgia.

Saat itu, Rian pun mengaku bahwa mereka tak pernah mencari pengganti Rai meski ia telah keluar. Sampai akhirnya Rai pun memutuskan untuk kembali bergabung dengan teman-temannya dan membesarkan band mereka.

Sejak saat itu, D’Masiv tak pernah gonta-ganti personel mengingat banyak grup band di luar sana yang anggotanya silih berganti. Meskipun pada tahun 2019 lalu sempat ramai sebuah video yang memperlihatkan Rian berseteru dengan teman band-nya kemudian turun dari panggung saat tampil di Lombok NTB, solidaritas mereka tetap bertahan dan mereka bisa menepis isu-isu tak sedap. Solidaritas mereka bisa dijadikan panutan buat kalian juga ya gaes.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini