Mengenal Rasuna Said, Pahlawan Perempuan yang Dipengaruhi Kemal Ataturk

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Warga Jakarta pasti kenal dengan Rasuna Said sebagai ruas jalan antara Mampang Prapatan hingga perempatan ke Kawasan Menteng Jakarta Pusat. Padahal, itu adalah nama seorang pahlawan perempuan yang perjuangannya tidak kalah maju dari Kartini dan dipengaruhi pemikiran Pemimpin Turki, Kemal Ataturk yang menjunjung nasionalisme.

Nama lengkapnya adalah Rangkayo Rasuna Said yang lahir di Maninjau, Sumatra Barat 14 September 1910.

Setelah menamatkan sekolah dasar (SD), Rasuna Said remaja dikirimkan sang ayah untuk melanjutkan pendidikan di pesantren Ar-Rasyidiyah.

Saat itu, dia adalah satu-satunya santri perempuan. Namun, Rasuna Said tidak kalah dari para santi lelaki. Dia dikenal sebagai sosok yang pandai, cerdas dan pemberani

Lulus dari Ar-Rasyidiyah, Rasuna Said melanjutkan pendidikan di Diniyah Putri Padang Panjang.

Di sekolah itulah dia bertemu Rahmah El Yunusiyyah, seorang tokoh gerakan Thawalib. Gerakan Thawalib adalah gerakan yang dibangun kaum reformis Islam di Sumatra Barat.

Gerakan itu diisi anggota yang dipengaruhi pemikiran nasionalis-Islam Turki yang dibawa Mustafa Kemal Atatürk.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Sinergitas Lintas Sektoral Pastikan Keamanan Arus Mudik

Oleh: Dwi Saputri)* Mudik Lebaran selalu menjadi momentum besar yang melibatkan pergerakan jutaanmasyarakat di seluruh Indonesia. Setiap tahun, tantangan yang muncul tidak hanya berkaitan dengan kepadatan arus transportasi, tetapi juga menyangkut kesiapanin frastruktur, keamanan perjalanan, hingga kelancaran distribusi logistik. Menghadapi dinamika tersebut, pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan terusmemperkuat sinergi lintas sektor guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman, tertib, dan nyaman. Upaya kolektif ini menunjukkan bahwa penyelenggaraanmudik Lebaran bukan sekadar agenda tahunan, melainkan kerja bersama yang menuntut koordinasi, kesiapan, dan komitmen dari seluruh elemen pemerintahan demi memberikan rasa aman bagi masyarakat yang pulang ke kampung halaman. Berdasarkan hasil survei yang telah dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan mengenai pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran tahun 2026, tercatat sebanyak 50,6 persen penduduk Indonesia atau setara dengan 143,91 juta orang diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik. Adapun pergerakan pemudik terbesarberasal dari Jawa Barat dengan sekitar 30,97 juta orang. Sementara itu, tujuan pemudikpaling banyak tercatat menuju wilayah Jawa Tengah dengan jumlah sekitar 38,71 jutaorang. Data tersebut menggambarkan besarnya mobilitas masyarakat yang harusdikelola secara cermat agar arus perjalanan tetap terkendali. Besarnya jumlah pemudik ini tentu menuntut kesiapan sistem transportasi yang lebihmatang dibandingkan hari-hari biasa. Arus kendaraan yang...
- Advertisement -

Baca berita yang ini