Dari Garasi, Packard dan Hewlett Rintis Raksasa Komputer Saingi IBM

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – David Packard dan William Redington Hewlett yang sering dipanggil Bill Hewlett memulai bisnisnya dengan modal dan tempat terbatas. Tempat itu adalah sebuah garasi.

Modalnya hanya 538 dolar AS atau antara Rp 2 juta dan Rp 3 juta saja. Sedangkan garasi tersebut adalah bagian dari rumah Packard.

Langkah awal Hewlett-Packard adalah memproduksi berbagai produk elektronik, tetapi tidak ada fokus utamanya.

Berbagai produk yang dibuat adalah generator sinyal dan osiloskop, serta osilator yang digunakan Walt Disney Company saat menyiptakan sistem suara surround untuk Film “Fantasia.” Mereka juga membuat peralatan pertanian.

Namun, keberhasilan terbesar Hewlett-Packard pada tahun pertamanya adalah membuat Model 200A, yaitu sebuah osilator audio yang presisi dan lebih dapat diandalkan dibandingkan pesaing mereka tetapi harganya hampir seperempat harga pesaingnya tersebut.

Produk tersebut begitu sukses sehingga terus terjual dengan baik hingga tahun 1970-an yang terus disempurnakan.

Hewlett-Packard mulai mengembangkan semikonduktor pada tahun 1960, terutama untuk perangkat mereka sendiri tetapi tidak dijual ke perusahaan lain.

Hewlett-Packard mulai memproduksi komputer saat mereka merasa tidak puas saat menggunakan minicomputer buatan Digital Equipment Corporation.

Produk minikomputer mereka pada 1966 diberi nama HP 2100 dan HP 1000. Walaupun seri komputer tersebut mendapatkan banyak upgrade pada tahun-tahun berikutnya, namun desain dasarnya tetap bertahan hingga tahun 1980-an.

Pada 1970, komputer desktop perdana buatan HP diluncurkan atau 10 tahun sebelum IBM memperkenalkan personal computer (PC) buatannya sendiri.

Hingga akhirnya, HP menjadi merek terpercaya untuk produk komputer dan laptop di seluruh dunia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini