Waduh, Dimabuk Ganja, Penis Pria Ini Disemutin!

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANGKOK – Seorang pria di Thailand memotong penisnya dengan gunting akibat mabuk rokok ganja. Diketahui, pria berusia 23 tahun itu merokok dua gram ganja dalam dua robekan bong.

Pria itu sejatinya telah berhenti menggunakan ganja selama tiga bulan – setelah ia menjadi pengguna selama dua tahun. Dan ketika ia merokok ganja untuk yang pertama kalinya, ia mengalami ereksi yang menyakitkan yang tidak terkait dengan rangsangan seksual.

Selama halusinasi, pria itu menjadi paranoid bahwa kepala penisnya tampak ‘terdistorsi’ saat memeriksa dirinya untuk mengidentifikasi sumber rasa sakit.

Dalam upaya untuk menghilangkan masalah, pria itu memutuskan untuk menggunakan gunting untuk ‘memotong’ kulit penisnya sebelum diamputasi sepenuhnya, meninggalkan tunggul 2cm dan laserasi 5cm di skrotumnya.

Hebatnya, pria itu kuat menunggu selama dua jam sebelum petugas medis di rumah sakit di kota Chiang Mai mengambil tindakan. Dokter sempat mempertimbangkan untuk memasang kembali penis pria itu, tetapi ternyata terlalu rapuh dan telah terkontaminasi semut.

Kisah mengerikan itu terungkap dalam laporan kasus medis oleh para dokter yang merawatnya. Kejadian ini terjadi hanya beberapa pekan setelah Thailand secara efektif mendekriminalisasi ganja.

Merinci kasus tersebut dalam Journal of Medical Case Reports, Dr Theerapon Tangsuwanaruk, mengatakan petugas medis secara singkat mempertimbangkan untuk memasang kembali penis yang terputus.

Namun, dia mengatakan penis pria itu rusak terlalu parah dan kemungkinan risiko infeksi untuk terus berlanjut.

“Penis distal dianggap terlalu kotor dan rapuh untuk rekonstruksi. Bagian distal penis yang diamputasi terkontaminasi semut dan memiliki vena punggung yang rapuh,” kata Dr Theerapon Tangsuwanaruk, melansir Globe Today.

Tes urin yang diambil dari pria tersebut mengkonfirmasi keberadaan THC, bahan kimia psikoaktif dalam ganja yang bertanggung jawab untuk memberi orang sensasi perasaan ‘tinggi’.

Psikiater menemukan pria itu menderita halusinasi visual dan pendengaran, seperti melihat bayangan bergerak dan mendengar suara binatang seperti kicau burung dan serangga berdengung.

Dia juga ditemukan koheren tetapi, delusi, dengan rentang emosional yang terbatas. Namun, para profesional menganggap bahwa pria tersebut tidak bermaksud untuk bunuh diri dan mendiagnosisnya menderita gangguan psikotik akibat zat.

Setelah tinggal selama dua minggu di rumah sakit, pria itu dapat buang air kecil sambil duduk dan melaporkan bahwa halusinasinya telah berhenti.

Psikosis yang diinduksi ganja adalah efek samping potensial yang diketahui dari penggunaan obat, meskipun mempotong alat kelamin diri sebagai hasilnya jarang terjadi.

Merokok ganja dapat menyebabkan halusinasi ringan secara umum, serta rasa cemas tetapi ini biasanya bukan psikosis.

Pekan lalu, Thailand menjadi negara pertama di Asia yang mendekriminalisasi ganja meskipun penggunaannya sebagai produk rekreasi masih menjadi wilayah abu-abu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Perkuat Diplomasi Energi Demi Wujudkan Swasembada Nasional

Oleh: Ahmad Fajar )*Pemerintah terus memperkuat diplomasi energi sebagai strategi utamadalam mewujudkan swasembada energi nasional. Langkah ini dinilaikrusial di tengah dinamika global yang semakin kompleks, terutama terkaitketidakpastian pasokan energi dunia dan meningkatnya kebutuhan energidomestik.Melalui pendekatan diplomasi yang aktif, pemerintah berupayamenempatkan Indonesia sebagai pemain strategis dalam rantai pasokenergi global. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, memanfaatkan forum internasional untuk memperkuat kerja sama yang berorientasi pada kepentingan nasional.Dalam forum Indo-Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum di Tokyo, Bahlil menekankan pentingnya kolaborasi antarnegara dalammenghadapi tantangan energi global. Ia berpandangan bahwa kerja samayang saling menguntungkan menjadi kunci dalam menjaga stabilitaspasokan energi sekaligus memperkuat ketahanan nasional.Diplomasi energi tersebut diwujudkan melalui sejumlah kesepakatanstrategis dengan berbagai negara mitra. Bersama Jepang, Indonesia menjalin kerja sama di bidang mineral kritis dan energi nuklir yang diarahkan untuk memperkuat rantai pasok energi masa depan sertamendukung pengembangan teknologi energi bersih.Kesepakatan tersebut mencerminkan upaya pemerintah dalammengintegrasikan pengelolaan sumber daya alam dengan inovasiteknologi. Pemerintah membuka peluang kolaborasi bagi mitrainternasional untuk mengelola potensi mineral kritis Indonesia secarabersama, dengan tetap mengedepankan kepentingan nasional.Di kawasan Asia Tenggara, penguatan diplomasi juga dilakukan melaluikerja sama dengan Singapura. Pemerintah mematangkan rencanapengembangan kawasan industri hijau di Kepulauan Riau yang diharapkan menjadi pusat pertumbuhan energi bersih dan teknologiberkelanjutan di kawasan.Langkah serupa juga dilakukan melalui komunikasi intensif dengan Brunei Darussalam, yang difokuskan pada penguatan ketahanan pasokan energiserta pengembangan energi baru terbarukan. Pendekatan inimenunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berorientasi pada kerjasama global, tetapi juga memperkuat sinergi regional.Selain itu, kerja sama dengan Amerika Serikat turut diperluas melaluipengembangan teknologi ekstraksi lithium dari sumber panas bumi. Kolaborasi ini menjadi contoh konkret integrasi antara potensi energidomestik dengan kebutuhan global terhadap mineral strategis untukindustri energi bersih.Melalui diplomasi yang terarah,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini