Viral! Wisatawan Lanjut Jalan-jalan Meski Terpapar Omicron, Netizen Emosi

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jagat maya dihebohkan dengan aksi nekat seorang wisatawan di tanah air. Ia membagikan kisahnya yang tetap melanjutkan liburan meski terpapar Covid-19 varian omicron.

Kisah itu viral dan diunggah akun Twitter, @areajulid. Nampak akun Facebook bernama Reza menceritakan pengalaman liburannya meski positif Covid-19.

“Batal ke Bali karena mau nyebrang (kapal) Feri, Ketapang-Gili. Malah positif Covid-19,” tulis Reza.

Bukannya kembali dan melakukan isolasi mandiri, ia justru memanfaatkan kesempatan dan berwisata ke kota Malang.

“Akhirnya keliling Batu-Malang, ternyata banyak destinasi yang belum dikunjungi,” katanya.

Tak sampai di situ, Reza juga menjelaskan kondisi tubuhnya yang terpapar omicron. Menurutnya, gejalanya cukup ringan mengingat dia pernah terpapar Covid-19 varian delta.

“Gejalanya tenggorokan gatel agak sakit seperti radang, bersin-bersin seidkit seperti divaksin moderna lah, tapi jalan-jalan teroos,” tulisnya.

Alhasil, cerita wisatawan itu bikin netizen geram. Mereka tak habis pikir ada orang yang nekat melakukan perjalanan meski terpapar Covid-19 varian omicron.

“Kasihan orang yang papasan sama dia.”

“Gak bisa berkata-kata lagi.”

“Plis banget harus ditindak.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini