Viral Video Seorang Ayah Rela Jual Ginjal Demi Kesembuhan Anaknya yang Disabilitas

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Baru-baru ini akun @ndorobeii mengunggah video kisah pilu seorang ayah bernama Rahmat yang rela menjajakan ginjalnya demi mengobati anak semata wayangnya yang menderita disabilitas.

Pria berusia 35 tahun itu terpaksa menjual ginjalnya karena gajinya dari sebagai satpam perumahan tidak terlalu besar. Untuk makan saja pas-pasan sehingga tidak punya biaya membayar uang pengobatan.

Menurut informasi, Rahmat seharusnya ia mempunyai tiga anak. Tetapi dua diantaranya sudah meninggal dunia.

Saat ini, putri satunya yang bernama Siti Rahayu Putri harus ia jaga meski dalam kondisi penuh keterbatasan. Sejak umur 9 bulan Rahayu terkena panas tinggi hingga mengalami lumpuh dan epilepsi diusianya yang ke-7 tahun.

“Tinggal ini satu-satunya anakku. Ingin aku jaga dia. Pemerintah tolong beli ginjal ku. Aku sudah kehilangan dua anak, tak mau lagi kehilangan,” kata Rahmat.

Ia melakukan itu bersama dengan istri dan anaknya di Simpang Kampung Lalang, Medan sambil mengalungkan sebuah kertas karton berwarna pink yang bertuliskan “Saya jual ginjal untuk biaya pengobatan anak saya penyandang disabilitas”.

Setiap lampu merah menyala mereka mendekati para pengendara baik motor maupun mobil sambil menawarkan ginjal, “Pak, saya berniat mau jual ginjal pak, berniat jual ginjal,” ujarnya lirih.

Rahmat mengakui selama ini belum ada bantuan dari pemerintah hingga anaknya terkena lumpuh, akhirnya ia menggunakan BPJS mandiri walaupun sudah menunggak dua bulan. Ia tidak ingin kondisi anaknya semakin buruk, apalagi kalau sedang kumat bisa sampai kejang-kejang.

“Tak pernah ada bantuan. Macam mana lagi, BPJS ku sudah nunggak, aku peserta mandiri. Aku jual saja ginjal yang penting anakku bisa terurus,” ujarnya.

Panas terik matahari pun ia terjang demi kondisi anaknya bisa segera ditangani. Rahmat dan keluarga tinggal di Jalan Cenderawasih, Gang Bogel, Dusun XVI Sentosa KM 12 Deliserdang, Kota Medan.

Di kolom komentar akun @ndorobeii netizen merasa terenyuh atas perjuangan Rahmat demi mengobati anaknya.

“Pengorbanan orang tua. Akan beri apapun buat anaknya. Semoga orang tua kita selalu diberi kesehatan oleh Tuhan YME ?,” tulis akun @ariputranurdin.

Ada juga netizen yang mengetag para Youtuber Tanah Air agar bisa membantu kondisi keluarga Rahmat, salah satunya dari akun @emopingky “@attahalilintar @baimwong @paula_verhoeven tolong di bantu dong kak???.”

“Yaallah gak bisa nahan air mata?? perjuangan orang tua demi ank nya dilakukan apapun itu gak peduli apa rintangan yg ada dihadapan nya???,” komentar akun @dhea.risdyaa.

View this post on Instagram

Demi mengobati anaknya yang disabilitas, Satpam rela jual ginjal. . . Demi anaknya tercinta, Rahmat (35) rela menjajakan ginjalnya kepada para pengendara yang melintas di Simpang Kampung Lalang, Medan. Ia mengalungkan karton yang bertuliskan "Saya Jual Ginjal untuk Pengobatan Anak Saya". . . Sesekali ia berhenti pada pengendara mobil dan motor sembari menyatakan keinginannya. "Pak, saya berniat mau jual ginjal pak, berniat jual ginjal," ucapnya lirih kepada pengendara. . . Hal itu dilakukannya lantaran tak tega melihat kondisi anaknya Siti Rahayu (7), yang menderita disabilitas dan epilepsi akibat panas tinggi yang dialami saat berusia 9 bulan. . . Gaji pria yang berprofesi sebagai satpam di sebuah kompleks perumahan ini tak cukup untuk membiayai pengobatan anaknya tersebut. . . Pria yang beralamat di Jalan Cenderawasih, Gang Bogel, Dusun XVI Sentosa KM 12 Deliserdang, ini mengaku tak memiliki Kartu Indonesia Sehat. . . "Saya terpaksa membayar BPJS mandiri. Ini pun sudah nunggak 2 bulan," jelasnya, sebagaimana dikutip dari Tribun Medan. Sementara itu kondisi anaknya itu semakin hari kian parah. Kalau sedang kumat akan kejang-kejang. . . Rahmat mengaku sudah dua hari terakhir menjajakan ginjal untuk biaya pengobatan anaknya itu. Panas terik matahari dia tak peduli. Semua untuk anak satu-satunya. . . Anak pertamanya meninggal saat berusia tiga bulan. Lalu anak ketiganya meninggal di usia dua tahun enam bulan. Kini tinggal Siti Rahayu yang bernasib malang. . . “Tinggal ini satu-satunya anakku. Ingin aku jaga dia. Pemerintah tolong beli ginjal ku. Aku sudah kehilangan dua anak, tak mau lagi kehilangan,” kata Rahmat mencurahkan perasaannya, Jumat (14/2/2020). . . Dia mengaku selama ini tak mendapat bantuan dari pemerintah. Sampai anaknya yang lumpuh dan epilepsi berusia tujuh tahun, tak sekalipun dia pernah merasakan sentuhan pemerintah. . . “Tak pernah ada bantuan. Macam mana lagi, BPJS ku sudah nunggak, aku peserta mandiri. Aku jual saja ginjal yang penting anakku bisa terurus,” ujarnya. . . Semoga ada orang baik yang bisa membantu Bapak ini. ? – #regrann

A post shared by ndorobeii (@ndorobeii) on

(Anita Rahim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Pemerintah Optimalkan Sekolah Rakyat untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan

Oleh: Yoga Pradana SantosoPemerintah terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan nasionalmelalui percepatan dan optimalisasi program Sekolah Rakyat yang kini menunjukkan progressignifikan di berbagai daerah, sekaligus menjadi bukti bahwa pemerataan akses pendidikan tidaklagi sebatas wacana, melainkan telah dijalankan secara konkret dan terukur sebagai bagian dariagenda pembangunan sumber daya manusia. Dalam satu tahun terakhir, pemerintah jugamencatat berbagai keberhasilan penting, mulai dari percepatan pembangunan infrastrukturpendidikan, peningkatan akses belajar di wilayah tertinggal, hingga penguatan kolaborasi lintaskementerian yang berdampak langsung pada masyarakat, sehingga kehadiran Sekolah Rakyat menjadi simbol nyata investasi jangka panjang negara dalam menciptakan generasi yang lebihberkualitas dan berdaya saing.Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari mengungkapkan bahwa pembangunan SekolahRakyat tahap kedua terus berjalan dengan progres yang menggembirakan meskipun dihadapkanpada sejumlah tantangan di lapangan, terutama terkait kesiapan lahan dan akses menuju lokasipembangunan, sementara peran Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PekerjaanUmum Bisma Staniarto dinilai sangat krusial dalam menjaga ritme pembangunan agar tetapsesuai dengan target yang telah ditetapkan pemerintah. Ia menilai koordinasi teknis yang dilakukan secara konsisten menjadi faktor kunci dalam memastikan setiap hambatan dapatdiatasi secara terukur sehingga proyek tidak berjalan parsial, melainkan terintegrasi dari pusathingga daerah.Lebih lanjut, pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua tidak hanya berfokus pada penyelesaianfisik bangunan, tetapi juga memastikan kesiapan operasional agar sekolah dapat langsungdigunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027, sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan olehmasyarakat. Berdasarkan data terbaru, dari total 104 lokasi pembangunan, sebanyak 101 lokasitelah memasuki tahap konstruksi dan seluruhnya ditargetkan rampung pada 20 Juni 2026, sebuahcapaian yang menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagaiprioritas utama pembangunan nasional.Dalam upaya memastikan target tersebut tercapai, Muhammad Qodari menegaskan bahwaKantor Staf Presiden bersama Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum terusmelakukan langkah konkret melalui rapat koordinasi intensif yang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN karya dan penyedia jasa konstruksi, sehingga setiap persoalan yang muncul, baik terkait teknis, logistik, maupun kesiapan lahan, dapat dipetakan secara komprehensif danditangani dengan solusi yang jelas dan terukur.Koordinasi tersebut kemudian diperluas dengan melibatkan Kementerian Sosial, KementerianDalam Negeri, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan, serta Zeni TNI Angkatan Darat, yang dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai hambatan strategis di lapangan, termasukpembangunan akses jalan dan penuntasan persoalan lahan di sejumlah wilayah, di mana sinergilintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi program secara menyeluruh danmemastikan tidak ada kendala yang berlarut-larut.Hasil dari upaya percepatan tersebut mulai terlihat di sejumlah wilayah dengan progrespembangunan yang cukup signifikan, seperti di Kalimantan Selatan yang mencapai 30,85 persen, Sulawesi Selatan sebesar 30,22 persen, serta Jawa Barat sebesar 28,07 persen, meskipunpemerintah tetap memberikan perhatian khusus pada beberapa lokasi dengan progres yang masihrendah melalui intervensi yang lebih intensif agar target penyelesaian secara keseluruhan tidakterganggu.Program Sekolah Rakyat sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk memperluas aksespendidikan bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang terdampak bencana maupun daerahdengan keterbatasan infrastruktur pendidikan, sehingga anak-anak dari keluarga prasejahteratetap dapat memperoleh pendidikan formal yang layak. Program ini dirancang sebagai investasijangka panjang dengan target penyelesaian yang terukur agar dapat segera dimanfaatkan, sekaligus menjadi bagian dari upaya negara dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh wargatanpa terkecuali.Sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah juga mempercepat penambahanprogram Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada April 2026, di...
- Advertisement -

Baca berita yang ini