Viral! Video Pendaki Gunung Lawu Berperilaku Aneh Sebelum Ditemukan Tewas di Pinggir Tebing

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebuah video yang menampilkan seorang pendaki bernama Andi Sulistyawan (18) sebelum ditemukan tewas di Gunung Lawu viral di media sosial. Dalam rekaman, Andi menunjukkan perilaku aneh.

Dalam keterangan yang ada di video, rekaman itu milik Udien_juragan. Dalam video yang diunggah ulang akun Instagram @makassar_iinfo, Andi terlihat sempat berpapasan dengan pendaki lain, padahal saat ia dilaporkan hilang oleh rekan-rekannya.

Ditulis dalam keterangan unggahan video itu sebelum tewas, warga Kemuning Ngargoyoso, Karanganyar tersebut baru saja mengantarkan rekannya bernama Nurhayati untuk buang air kecil sekitar pukul 03.00 dini hari. Setelah buang air kecil, Nurhayati tidak menemukan korban dan mengira sudah kembali ke tenda.

“Hilangnya Andi kemudian berusaha dicari di area Hargo Dumiling hingga terus ke Pasar Dieng. Ketika jam 10 pagi tidak ketemu, rekan-rekannya turun melalui jalur Cemoro Sewu dimana tempat check in pendakian di sana. Saat itu melapor pada sore hari,” tulisnya.

Saat rekan-rekannya mencari, Andi diketahui sempat bertemu rombongan pendaki lain dari Ungaran yang tengah mendaki Gunung Lawu melalui jalur Cemoro Kandang.

“Pada hari Minggu (5/7/2020) saat teman-temannya mencari ke Hargo Dumiling dan Pasar Dieng, pada saat itu dia masih hidup dan bertemu pendaki lain asal Ungaran,” tulis keterangan pada unggahan video tersebut.

Dalam rekaman video tersebut tampak keanehan terlihat dari sosok Andi. Andi terlihat telanjang dada, jaket warna merah yang dikenakannya justru dilepas lalu digunakan untuk membungkus kayu.

Ia pun terlihat menggigil kedinginan. Tak berapa lama Andi terlihat berlari ke arah atas gunung sambil membawa kayu yang sudah dibungkus jaketnya.

“Terlihat video ketika Andi Sulis masih hidup namun tindakannya sudah di luar kesadaran dia,” tutup keterangan akun @energisolo.

Belakangan, setelah dinyatakan hilang Andi ditemukan sudah tewas di pinggir tebing dengan dugaan terserang hipotermia. Jenazah Andi ditemukan oleh rombongan pendaki Ungaran yang sebelumnya sempat berpapasan dengannya.

View this post on Instagram

Masih ingat pendaki Gunung Lawu yang beberapa hari lalu, Senin 6/7/2020 ditemukan meninggal di area Gegerboyo? Ternyata pada hari saat teman temannya mencari ke Hargo Dumiling dan Pasar Dieng, pada saat itu dia masih hidup dan bertemu Pendaki lain asal Ungaran. . Ya, Andi Sulistyawan dikhabarkan hilang setelah mengantarkan teman perempuannya pipis pada minggu 5/7/2020 dini hari pukul 03, dua menit berselang tidak didapatinya Andi Sulistyawan, padahal hanya berjarak 2 meter dari temannya yang pipis. . Hilangnya AS kemudian sudah berusaha dicari di area hargo Dumiling hingga terus ke Pasar Dieng, ketika jam 10 pagi tidak ketemu, rekan rekannya turun melalui jalur Cemoro Sewu dimana tempat Chek In pendakian disana, hari minggu saat itu melapor pada sore hari. . Dan pada hari Minggu sore jam 15.00 rombongan pendaki dari Ungaran lewat jalur Cemoro Kandang, setelah Pos IV Cokro Suryo, mereka memilih jalur pintas ke arah Gegerboyo, keanehanpun terjadi, seseorang dari Kemuning sedang berusaha mengumpulkan kayu Cantigi dengan mematahkan kemudian melepaskan seluruh kaos dan Hoodynya untuk membungkus kayu tersebut serta lari keatas, ketika ditanya untuk apa, dia mengatakan disuruh "Mbok". Anehnya, dia amat kedinginan sementara yang dibungkus pakaiannya justru kayu dan diperlakukn istimewa. . Sayang sekali, rombongan dari Ungaran tidak menyadari keganjilan itu untuk menolong paksa. Takdir Andi Sulis memang begitu. Dan pada keesokan harinya, rombongan dari Ungaran juga yang menemukan Jenazah Andi Sulis tanpa baju seperti saat bertemu sore kemarinnya. . Terlihat video ketika Andi Sulis masih hidup namun tindakannya sudah diluar kesadaran dia. . Semoga Andi Sulis Husnul Khatimah… Aamiin. . Video: #Udien_Jagoan #jejak_pendaki #srimargono

A post shared by OFFICIAL MAKASSAR INFO (@makassar_iinfo) on

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Koperasi Merah Putih dan Pemerataan Manfaat APBN bagi Rakyat

Oleh : Siti Fatimah Rahma*Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih menjadi salah satu terobosan strategis dalam memperkuatpemerataan manfaat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga ke tingkat akarrumput. Dalam konteks pembangunan nasional, tantangan utama bukan semata pada besarnyaalokasi anggaran, melainkan pada efektivitas distribusi dan dampaknya terhadap kesejahteraanmasyarakat. Oleh karena itu, pendekatan berbasis desa melalui koperasi menjadi instrumenpenting untuk memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan negara benar-benar dirasakanoleh rakyat secara langsung, merata, dan berkelanjutan.Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa skema pembiayaan KoperasiMerah Putih dirancang secara hati-hati agar tidak membebani APBN secara berlebihan. Ia menjelaskan bahwa meskipun sebagian dana bersumber dari alokasi dana desa, kebijakan initetap memberikan nilai tambah karena mendorong efisiensi ekonomi di tingkat lokal. Pendekatanini memperlihatkan bahwa pengelolaan fiskal tidak hanya berorientasi pada pengeluaran, tetapijuga pada penciptaan manfaat jangka panjang yang dapat memperkuat fondasi ekonomi nasional.Lebih lanjut, Purbaya memaparkan bahwa kondisi fiskal tetap terjaga seiring denganmeningkatnya pendapatan negara, terutama dari sektor komoditas seperti batu bara dan minyak. Hal ini memberikan ruang bagi pemerintah untuk melakukan akselerasi belanja di awal tahunsebagai strategi mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata. Dengan demikian, percepatan belanja tidak dipandang sebagai risiko, melainkan sebagai instrumen kebijakan untukmengurangi kesenjangan pembangunan antarwilayah.Dari sisi pembiayaan, penggunaan skema pinjaman melalui perbankan Himbara menjadi langkahinovatif untuk memitigasi risiko fiskal. Pemerintah tidak langsung menanggung beban besarsebagaimana dalam skema Penyertaan Modal...
- Advertisement -

Baca berita yang ini