Kelainan Seksual, Pria di Kalteng Curi Ribuan Pakaian Dalam Wanita dan Buat Boneka Seks

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA-Entah apa yang ada dipikiran seorang pria berinisial ST (40) yang tinggal di Desa Natai Baru, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Dirinya tertangkap mengoleksi ribuan pakaian dalam wanita.

Ribuan pakaian dalam yang terdiri dari BH, celana dalam dan daster wanita tersebut di diperoleh dengan cara mencuri lalu dikoleksi di gubuknya yang terletak di sebuah kebun karet.

“Sudah setahun pelaku mengumpulkan pakaian dalam wanita yang diperolehnya dengan mencuri dari warga setempat,” ujar Kapolres Kobar AKBP Dharma Ginting, Jumat 24 Juli 2020.

Selain menemukan ribuan pakaian dalam wanita, warga setempat juga menemukan boneka perempuan dewasa dan anak-anak yang dibuatnya. Diduga boneka tersebut digunakan untuk melampiaskan hasrat seksualnya.

Menurut Kapolres, aksi tidak patut tersebut terungkap saat sejumlah warga yang selalu mengalami kehilangan pakaian dalam resah. Warga mencurigai bahwa pelakunya ialah ST, sehingga mendatangi pondoknya.

Ketika digerebek, ST berhasil kabur saat hendak diamankan di Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG: Perang Serius Melawan Stunting

Oleh: Bara Winatha*) Upaya meningkatkan kualitas gizi anak menjadi bagian penting dari pembangunan manusiadi Indonesia, dan pendekatan yang semakin komprehensif kini diperkuat melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhangizi anak sekolah, tetapi juga dirancang sebagai strategi nasional untuk mendorong lahirnyagenerasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif. Melalui penyediaan makanan bergizi secaraterstruktur di lingkungan sekolah, MBG membantu memastikan anak-anak memperolehasupan nutrisi yang mendukung pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta kemampuanbelajar yang optimal. Anggota Komisi IX DPR RI, Mariana mengatakan bahwa program MBG...
- Advertisement -

Baca berita yang ini