Viral Video Detik-detik Tank TNI ‘Nge-Drift’ Tabrak Gerobak dan Sepeda Motor di Bandung

Baca Juga

MATA INDONESIA, BANDUNG – Video yang menampilkan detik-detik tank tempur milik TNI AD terlibat kecelakaan viral di media sosial. Insiden ini terhajai di Jalan Raya Rajamandala, Kampung Pakemitan RT 1 RW 12, Desa Rajamandala Kulon, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Video ini viral usai dibagikan akun Twitter bernama @WallnerAndi pada Kamis 10 September 2020. Dalam video dibagikan, terlihat ada dua tank yang keluar dari Jalan Raya Rajamandala, area PLTA Saguling.

Tank pertama berhasil berbelok dengan mulus. Sedangkan laju tank kedua tersebut tak terkendali lalu menghantam motor dan gerobak.

Video ini viral dan dibanjiri komentar dari warganet, salah satunya @aidan_d**winds. Ia menuliskan, “Di luar sana tank dipake buat perang dengan kecepatan kayak merayap, di negara berflower dipake buat ngedrift. Petakilan tanpa batas.”

Kemudian, akun @re**aro menuliskan, “Berasa lagi ngedrift main kart rider terus nabrak :(”

Usut punya usut, insiden itu terjadi saat konvoi tank tempur melaju dari arah PLTA Saguling dan berbelok ke arah barat Jalan Rajamandala. Diduga tak mampu mengendalikan laju tank saat berbelok, tank itu menyeruduk gerobak penjual tahu goreng dan 4 motor warga yang terparkir di bahu jalan.

Peristiwa ini telah ditangani secara langsung oleh pihak TNI AD. Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Employment from the Village: Koperasi Merah Putih dan Ekonomi Kerakyatan

Oleh : Pratama Dika SaputraGagasan membangun ekonomi nasional dari desa kembali menemukan momentumnya melalui program Koperasi Merah Putih yang digagas pemerintah. Dalam konteks ketimpanganpembangunan yang masih menjadi pekerjaan rumah, pendekatan berbasis desa menjadi strategi yang tidak hanya relevan, tetapi juga mendesak. Desa bukan lagi dipandang sebagai objek pembangunan semata, melainkan sebagai subjek utama yang memiliki potensi besar dalammenciptakan lapangan kerja, memperkuat ketahanan ekonomi, serta mendorong kemandirian nasional. Program Koperasi Merah Putih menjadi representasi nyata dari upaya tersebut, denganorientasi pada penciptaan employment from the village yang berbasis ekonomi kerakyatan.Target ambisius pemerintah untuk membangun lebih dari 25 ribu koperasi dalam waktu singkatmencerminkan keseriusan dalam mengakselerasi pembangunan ekonomi berbasis komunitas. Presiden Prabowo Subianto menilai bahwa koperasi harus menjadi institusi ekonomi yang nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Oleh karena itu, koperasi dirancang memiliki fasilitaslengkap seperti gudang, alat pendingin, hingga kendaraan distribusi agar mampu beroperasisecara efektif dan efisien. Langkah ini menunjukkan bahwa pemerintah tidak hanya berfokuspada kuantitas, tetapi juga kualitas kelembagaan yang mampu menjawab kebutuhan riilmasyarakat desa.Kehadiran koperasi sebagai agregator ekonomi desa memiliki implikasi besar terhadappenciptaan lapangan kerja. Dengan memotong rantai distribusi yang panjang, koperasi dapatmeningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus membuka peluang kerja baru di sektorlogistik, pengolahan, hingga pemasaran. Model ini memungkinkan masyarakat desa untuk tidaklagi bergantung pada pusat-pusat ekonomi di kota, melainkan menciptakan ekosistem ekonomiyang mandiri di wilayahnya sendiri. Dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menekanurbanisasi serta mengurangi kesenjangan ekonomi antarwilayah.Lebih jauh, Koperasi Merah Putih juga dirancang sebagai solusi terhadap persoalan klasik yang dihadapi petani dan nelayan, yakni keterbatasan akses pasar dan pembiayaan. Dengan adanyalayanan simpan pinjam, distribusi pupuk, hingga fasilitas penyimpanan seperti cold storage, koperasi dapat menjadi tulang punggung bagi sektor produktif di desa. Hal ini sejalan denganupaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan dan energi nasional, yang sangatbergantung pada optimalisasi potensi daerah.Namun demikian, skala besar program ini juga menghadirkan tantangan yang tidak kecil. Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengingatkan bahwa keberhasilan koperasi sangatditentukan oleh kualitas sumber daya manusia dan...
- Advertisement -

Baca berita yang ini