Viral! Video Cucu Ajak Nenek Bikin Konten TikTok, Ekspresinya Jadi Sorotan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Video aksi seorang cucu yang mengajak sang nenek untuk membuat konten TikTok menjadi viral. Reaksi nenek yang sudah lanjut usia itu pun menjadi sorotan.

Video TitTok itu dibagikan akun @glen_versoza. Aksi lucu cucu dan neneknya itu viral usai dibagikan ulang oleh pemilik akun Twitter Sad Agnes alias @theunstableme.

“Mbahmu wedi ambek koen (Nenekmu takut sama kamu –red)” tulis @theunstableme menerangkan video TikTok yang ia unggah.

Dalam video tersebut, nampak si cucu duduk berdampingan dengan neneknya di sebuah kursi dengan mengenakan kaca mata hitam. Sambil memeluk tangan neneknya, pemuda itu pun akting menjerit-jerit ketakutan.

Keduanya dibuat seolah-olah sedang naik wahana rollercoaster. Si nenek yang tidak mengetahui maksud cucunya itu pun memperlihatkan ekspresi lucu, hanya bisa terdiam, bingung dan ketakutan.

Aksi cucu dan nenek itu mendapat beragam komentar dari netizen. Hingga tulisan ini dibuat, 10,3 ribu orang sudah menyukai video tersebut serta 4,1 ribu orang meretweetnya.

“Enak banget punya nenek gini :b bisa di ajak main walaupun diem tapi keliatan seru njir. Lah nenek gw baru di deketin udh bilang “sakit dada”,” komentar @Ird**Assbil.

“”Andai aku hidup 30 tahun lebih muda, sudah kupukul rahangmu cu” – rnungan si mbah,” tulis @You**Stilpo.

“Mental breakdance mbah e,” kata @nom**meee.

“Neneknya tuh takut sih enggaaa, cuma kayaknya jadi budeg gara2 teriakan disebelah ya,” kata @Mg**Tara.

“ya allah ingett nenek dlu, aku jailin ga prnh marah. soalnya ga ngertiLoudly crying faceLoudly crying face persis bgt kek gini,” tulis @stark**ngx.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Hilirisasi untuk Ekonomi yang Lebih Sejahtera

Oleh: Yusuf Rinaldi)* Transformasi ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir semakinmenunjukkan arah yang jelas, yaitu dengan memperkuat nilai tambah sumber dayaalam melalui strategi hilirisasi. Kebijakan ini bukan sekadar agenda industrialisasibiasa, melainkan fondasi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.  Dalam konteks ekonomi global yang semakin kompetitif, langkah pemerintahmempercepat hilirisasi menjadi salah satu strategi paling rasional untuk memastikankekayaan alam Indonesia benar-benar memberi manfaat optimal bagi masyarakat. Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya untuk memperkuat peranPerusahaan Mineral Nasional (Perminas) sebagai instrumen negara dalammengelola sumber daya mineral secara lebih terintegrasi. Langkah ini sangat penting mengingat selama bertahun-tahun Indonesia lebihbanyak mengekspor bahan mentah tanpa nilai tambah yang signifikan. Denganpenguatan Perminas, pemerintah ingin memastikan bahwa pengelolaan mineral tidak lagi berhenti pada aktivitas eksplorasi dan penambangan, tetapi dilanjutkanhingga tahap pengolahan industri bernilai tinggi di dalam negeri. Presiden menekankan bahwa penguatan Perminas akan menjadi kunci bagiterciptanya pengelolaan sumber daya mineral yang lebih terpadu. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah, tetapi mampu berkembangmenjadi pusat produksi dan inovasi industri mineral di tingkat global. Langkah inisemakin relevan jika melihat tren investasi nasional. Data terbaru menunjukkanbahwa sektor hilirisasi menyumbang sekitar Rp584,1 triliun atau 30,2 persen daritotal realisasi investasi nasional pada 2025. Angka tersebut mencerminkan bahwatransformasi ekonomi berbasis nilai tambah mulai memberikan dampak nyata bagipertumbuhan ekonomi. Selain penguatan kelembagaan, pemerintah juga mendorong pembangunaninfrastruktur industri melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK). Pemerintah saat ini tengah menunggu persetujuan Presiden atas pembentukanenam KEK baru yang akan difokuskan pada industri berbasis energi dan manufakturberteknologi tinggi. Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, menjelaskan bahwa seluruh kajian teknis telah rampung dan kinimenunggu keputusan presiden. Ia mengatakan pihaknya sedang mengusulkan adaenam KEK baru yang akan diresmikan atau disetujui oleh Presiden. Keenamkawasan tersebut akan tersebar di berbagai wilayah strategis, termasuk Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Fokus industrinya meliputi pengembangankendaraan listrik, smelter pengolahan mineral strategis seperti nikel, hinggapengembangan energi hijau. Strategi ini tidak hanya memperkuat hilirisasi, tetapijuga menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai daerah. Secara kinerja,...
- Advertisement -

Baca berita yang ini