Viral Remaja Cewek Dibully, Ditendang dan Disuruh Cium Kaki Berkali-kali

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebuah video yang merekam aksi perundungan lagi-lagi viral dan menggegerkan jagat maya. Kali ini, seorang remaja berhijab tampak dibully oleh sekelompok remaja perempuan.

Korban dianiaya dan disuruh menciumi kaki pelaku berkali-kali. Saat kakinya dicium berkali-kali, terdengar pelaku tertawa puas dalam video.

“Hahaha. Goblok, anjing. Udah, jangan diulangi lagi lu ye. Kalau kayak gitu, ini gue ingetin kata Indah, muke lu kalau ke sekolah jangan nempulan. Ya!” ancam si pelaku ke korban, dikutip Minggu, 26 Juli 2020.

Sementara korban terlihat tak berdaya dan sangat ketakutan. Parahnya lagi, di bagian akhir video korban ditarik dari motornya dan ditendang pelaku.

Tak diketahui pasti, dimana peristiwa perundungan ini terjadi. Video viral itu pun dibanjiri kecaman netizen.

“Please kalo kayak gini jangan cuma sebatas minta maaf doang. Mimimal mereka harus ngelakuin hal yang sama. #miris” tulis seorang netizen.

“Udah ngerasa paling jagoo to permpuan yg nyepakk pdhal maen keroyokan. Generasii g***ok. Kzl,” komentar netizen yang lain.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini