Viral! Reaksi Warga Palestina Saat Diiming-imingi 100 Dolar untuk Bakar Bendera Indonesia

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebuah video eksperimen sosial mendadak viral di jagat maya. Dalam video tersebut, tampak sejumlah warga Palestina diiming-imingi hadiah 100 dolar jika bersedia membakar bendera Indonesia.

Video tersebut diunggah oleh akun Youtube Abdillah Onim Daily. “REAKSI ORANG PALESTINA, Bakar Bendera Indonesia atau pilih 100$#SOSIAL EXPERIMEN,” tulisnya pada judul video, dikutip Minggu, 23 Agustus 2020.

Pertama-tama, tampak seorang kakek ditawari 100 dolar jika bersedia membakar bendera Indonesia. Namun, kakek Palestina itu dengan tegas menolak tawaran tersebut.

Si kakek lantas mengatakan jika Indonesia dan Palestina adalah saudara. Jadi, tidak mungkin ia membakar bendera Indonesia.

“Silahkan ambil kembali 100 dolar Anda, Sementara bendera Indonesia akan kami sandingkan dengan bendera Palestina,” kata si kakek.

Selanjutnya, seorang wanita tua juga ditawari hal serupa. Dan jawabannya tetap sama dengan yang lain. Ia dengan tegas menolak.

“Tak mungkin saya lakukan, ini saudara kami, negara muslim,” ujar wanita tersebut.

Jawaban-jawaban para warga Palestina itu pun membuat netizen Indonesia terharu.

“Merinding dan terharu,smoga palestin merdeka seutuhnya,” kata salah satu netizen.

“Gak kerasa netes air mata denger jawaban” mereka,” komentar netizen lainnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Aksi OPM Merusak Pendidikan dan Menghambat Kemajuan Papua

Oleh: Petrus Pekei* Papua adalah tanah harapan, tempat masa depan generasi muda bertumbuh melalui pendidikan, kerja keras, dan persaudaraan. Setiap upaya yang mengganggu ketenangan dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat Papua sejatinya berseberangan dengan cita-citabesar tersebut. Karena itu, penguatan narasi damai dan dukungan terhadap kehadiran negara menjadi energi utama untuk memastikan Papua terus melangkah maju. Di tengah dinamikakeamanan, bangsa ini menunjukkan keteguhan sikap bahwa keselamatan warga sipil, keberlanjutan pendidikan, dan pembangunan berkeadilan adalah prioritas yang tidak dapatditawar. Peristiwa kekerasan yang menimpa pekerja pembangunan fasilitas pendidikan di Yahukimomenggugah solidaritas nasional. Respons publik yang luas memperlihatkan kesadarankolektif bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan Papua. Sekolah bukan sekadarbangunan, melainkan simbol harapan, jembatan menuju kesejahteraan, dan ruang aman bagianak-anak Papua untuk bermimpi. Ketika ruang ini dilindungi bersama, optimisme tumbuhdan kepercayaan terhadap masa depan kian menguat. Dukungan masyarakat terhadap langkahtegas aparat keamanan merupakan bentuk kepercayaan pada negara untuk memastikan rasa aman hadir nyata hingga ke pelosok. Narasi persatuan semakin kokoh ketika tokoh-tokoh masyarakat Papua menyampaikanpandangan yang menyejukkan. Sekretaris Jenderal DPP Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Ali Kabiay, menegaskan pentingnya perlindungan warga sipil dan keberlanjutanpembangunan, khususnya pendidikan. Pandangannya menekankan bahwa stabilitas adalahprasyarat utama bagi kesejahteraan, dan negara perlu bertindak tegas serta terukur agar ketenangan sosial terjaga. Ajakan kepada masyarakat untuk tetap waspada, memperkuatkomunikasi dengan aparat, dan menolak provokasi menjadi penopang kuat bagi ketertibanbersama. Sikap serupa juga disuarakan oleh...
- Advertisement -

Baca berita yang ini