Viral Petugas Bioskop Sindir Penonton Gaya Elit tapi Beli Makanan Sulit, Warganet: Ke Bioskop Nonton Film, Bukan Mau Makan

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Sebuah video petugas bioskop menyindir penonton viral di TikTok. Dalam tulisannya, disebutkan ‘Gaya Elit Nonton ke Bioskop, Beli Makanannya Sulit’.

Dalam video tersebut, terlihat petugas biokosp XXI sedang berjoget di TikTok. Tidak ada yang salah dengan aksinya tersebut, tapi tulisan yang menyertai video itu yang membuat warganet geram.

Dituliskan bahwa banyak penonton bergaya elit saat nonton ke bioskop tapi tidak mau membeli makanan. Warganet pun geram dengan video tersebut.

“Kami ke bioskop mau nonton pilm mbiak bukan mau makan2,” tulis warganet.

“Tiket nonton 50k beli popcorn dan minum habis 175k . Mending makan diluar sudah pasti kenyang. Lagian kan tujuan ke bioskop buat nonton bukan buat makan mbae,” kata warganet lain.

“Gw ke bioskop mau nonton, bukan makan…klo makan ya di restoran,” ujar warganet.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

PP Tunas Buka Era Baru Perlindungan Anak Digital

Oleh: Damar Alamsyah )*Pemerintah resmi memberlakukan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalamPelindungan Anak atau PP Tunas sebagai tonggak penting dalammemperkuat perlindungan anak di ruang digital. Kebijakan PP Tunas menandai perubahan pendekatan negara yang semakin adaptif terhadap tantangan perkembangan teknologi, sekaligusmenegaskan komitmen dalam menjaga generasi muda dari berbagairisiko di dunia maya.Regulasi PP Tunas hadir sebagai jawaban atas meningkatnya intensitaspenggunaan platform digital oleh anak dan remaja. Pemerintahmemandang ruang digital tidak lagi sekadar sarana hiburan, melainkantelah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari yang memerlukanpengaturan serius. Kebijakan negara melalui PP Tunas dirancang untukmemastikan ekosistem digital berjalan secara sehat, aman, dan bertanggung jawab.Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Kawiyan, menilai bahwakeberhasilan implementasi PP Tunas sangat ditentukan oleh kepatuhanplatform digital. Pandangan Kawiyan menegaskan bahwa seluruhketentuan dalam regulasi tersebut harus dijalankan secara konsisten oleh penyelenggara sistem elektronik agar perlindungan anak dapat terwujudsecara optimal.Kepatuhan platform digital mencakup berbagai aspek penting dalampengelolaan layanan. Kewajiban dalam PP Tunas meliputi klasifikasi usiapengguna, penentuan tingkat risiko layanan, serta pembatasan aksesberdasarkan usia sebagai instrumen perlindungan utama. Tanggungjawab platform...
- Advertisement -

Baca berita yang ini