Viral! Netizen Ini Kaget Tagihan BPJS-nya Bengkak, Kok Bisa?

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Jagat maya tengah dihebohkan curhatan seorang netizen yang kesal lantaran tagihan BPJS-nya membengkak. Bukan tanpa alasan, hal itu terjadi karena ia sengaja tak membayar iuran tersebut selama beberapa bulan.

Kisah itu viral usai diunggah akun Instagram, @insta.nyinyir. Seorang wanita mengaku kesal karena memutuskan ingin me-non aktifkan asuransi kesehatan itu, namun tangihan tersebut terus berjalan hingga membengkak.

Viral! Netizen curhat tagohan BPJS yang bengkak akibat tak dibayar

“Ku kira bakal diblokir kalau gak bayar, ternyata menumpuk. Ada yang tahu cara stop BPJS gak sih?,” tulis netizen itu.

Tak tanggung-tanggung, tagihan tersebut untuk bulan Mei ini mencapai jumlah yang fantastis. Yakni mencapai lebih dari 7 juta Rupiah.

Sontak, kejadian itu viral di sosial media. Namun, alih-alih mendapat pembelaan, netizen itu justru dinasehati warganet agar tidak berhenti membayar BPJS.

“Kalau udah berkeluarga baru ngerti betapa pentingnya BPJS.”

“BPJS itu ngebantu lho.”

“Tim bayar BPJS.”

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Dukung Skenario Antisipatif Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Rupiah

Oleh: Cahya Rumisastro)*Nilai tukar rupiah kembali menjadi sorotan di tengah tekanan global yang belummereda dan dinamika ekonomi internasional yang cenderung fluktuatif. Dalamsituasi ini, dukungan pemerintah terhadap langkah antisipatif yang disiapkan olehBank Indonesia (BI) menjadi krusial untuk memastikan stabilitas moneter tetapterjaga.Untuk diketahui nilai tukar rupiah masih mengalami fluktuasi beberapa hari terakhir. Nilai tukar Rupiah pada Rabu, 8 April 2026, menunjukkan penguatan 0,64 persen keposisi 16.995 per USD, setelah sebelumnya ditutup di atas Rp17 ribu per USD pada7 April akibat tertekan penguatan indeks dolar global. Namun rupiah kembalimengalami pelemahan pada Kamis, 9 April 2026, sebesar 0,11 % ke posisi 17.030 per USD. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai angka tersebut masih beradadalam cakupan skenario yang disiapkan oleh pemerintah. Di samping itu, pergerakan tersebut tidak serta-merta mengganggu postur Anggaran dan BelanjaNegara (APBN), mengingat Kementerian Keuangan telah menyiapkan berbagaiinstrumen simulasi Bersama BI guna mengantisipasi gejolak pasar. Purbaya mengatakan, pemerintah tidak hanya bergantung pada asumsi nilai tukardalam penyusunan anggaran. Sebaliknya beberapa parameter simulasi disiapkansebagai langkah antisipasif terhadap dinamika global. Purbaya menyatakan kepercayaan penuh terhadap kemampuan BI dalam menjagastabilitas nilai tukar rupiah...
- Advertisement -

Baca berita yang ini