Viral! Konten Pedofilia di TikTok Tuai Kecaman, 4 Pemuda di Video Minta Maaf

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Video TikTok yang dibagikan akun bernama prasetya_23 menuai kecaman dari netizen. Pasalnya, akun tersebut membuat konten pedofilia yang memperlihatkan empat orang pemuda dan seorang anak kecil.

Warganet murka melihat aksi mereka di depan kamera dikaitkan dengan aksi pedofilia. Pedofilia sendiri diartikan sebagai kelainan seksual yang pelakunya tertarik pada anak-anak.

Video tersebut viral hingga ke platform media sosial lainnya. Salah satunya dibagikan ulang oleh akun Instagram @neg_jepret pada Jumat 10 Juli 2020.

“Mohon pihak kepolisian untuk mengusut akun Tikt0k @.prasetya_23 ???,” tulis akun neng_jepret.

BACA JUGA: Viral! Kisah Pilu Istri yang Ditinggal Suami Melaut saat Hamil Muda, Dapat Kabar Kapalnya Hilang

Dalam video TikTok itu terlihat empat orang pemuda berjalan keluar sebuah bangunan. Mereka keluar satu per satu sambil memegang ritsleting celana.

Setelah keempat pemuda itu keluar, muncul seorang anak kecil dari dalam ruangan itu. Si anak kecil tidak memperlihatkan ekpresi apapun, namun kemudian empat pemuda ini tertawa melihat kehadiran di anak kecil.

Berbagai kecaman dari netizen pun diungkapkan untuk keempat pemuda tersebut. Menurut mereka, konten tersebut tidak pantas untuk bahan bercandaan.

“Klo anak q d buat gitu biarpun kata dy u lucu2an tetap pasti lgsg q parangin kepala otaknya satu2,” kata @dede_**rlyn.

“Ya Allah… Ini kenapa si gak ngotak gini. Dijadiin becandaan ????? Baru kemaren jg liat ada anak yatim piatu yg dilecehkan sm oom dan tetangganya. Ini bocah2 pd gak sensitif bgt,” komentar @ik**h__.

BACA JUGA: Viral! Kocaknya Video Babeh Ary Gonta-ganti Masker Pas Ngojek, Banjir Doa dari Netizen

Usai videonya viral, keempat pemuda tersebut pun membuat video minta maaf dan klarifikasi. Katanya, tak ada maksud dari mereka untuk membuat netizen murka.

“Sebelumnya kami meminta maaf yang sebesar-besarnya, khususnya netizen yang ada di seluruh di dunia. Kami ingin mengklarifikasikan video yang sempat viral di sosmed, yang mungkin video kami ini membuat warga netizen jadi marah dan kesal,” kata salah seorang pemuda yang tak diketahui identitasnya.

“Sebenarnya kami cuma bercanda tidak bermaksud sedikitpun untuk membuat keluarga netizen atau sosmed jadi kesal atau marah. Skelai lagi kami mohom maaf yang sebesar-besarnya,” lanjut dia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

Komitmen Melindungi Pekerja Diperkuat melalui Koordinasi Cegah PHK

Oleh: Naufal Ramadhana )*Pemerintah terus menunjukkan komitmennya dalam melindungi pekerja Indonesia di tengah berbagai tantangan ekonomi global yang berkembangdinamis. Berbagai langkah antisipatif dilakukan untuk menjaga stabilitasketenagakerjaan sekaligus memastikan dunia usaha tetap mampubertahan menghadapi tekanan eksternal. Upaya tersebut menjadi bagianpenting dari strategi nasional dalam menjaga keseimbangan antarakeberlangsungan usaha dan perlindungan tenaga kerja.Perkembangan geopolitik internasional, termasuk konflik yang terjadi di Timur Tengah, telah memberikan dampak terhadap perekonomian global. Kondisi tersebut turut memengaruhi berbagai sektor usaha di banyaknegara, termasuk Indonesia. Menyadari potensi risiko yang dapat munculterhadap pasar tenaga kerja, pemerintah memilih mengambil langkahpencegahan sejak dini melalui koordinasi lintas kementerian dan penguatan berbagai program ketenagakerjaan.Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa pemerintah terusbekerja secara terpadu untuk memantau perkembangan ekonomi dan sektor industri guna mencegah terjadinya gelombang pemutusanhubungan kerja. Menurutnya, koordinasi yang intensif antarinstansimenjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan yang munculsehingga solusi dapat segera dihadirkan ketika sektor usaha menghadapikendala.Langkah tersebut mencerminkan pendekatan pemerintah yang tidakhanya berfokus pada penanganan setelah masalah terjadi, tetapi juga mengedepankan upaya mitigasi agar risiko PHK dapat ditekan sejak awal. Pendekatan preventif ini menjadi penting karena stabilitasketenagakerjaan memiliki keterkaitan erat dengan daya tahan ekonominasional dan kesejahteraan masyarakat.Komitmen perlindungan pekerja juga diperkuat melalui optimalisasiProgram Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Program ini dirancangsebagai instrumen perlindungan sosial yang memberikan dukungan bagipekerja yang mengalami PHK agar tetap memiliki penghasilan sementarasembari mempersiapkan diri memasuki dunia kerja kembali.Yassierli menjelaskan bahwa negara harus tetap hadir ketika pekerjamenghadapi masa sulit akibat kehilangan pekerjaan. Karena itu, perlindungan tidak berhenti ketika hubungan kerja berakhir, melainkandilanjutkan melalui berbagai bentuk dukungan yang membantu pekerjamemperoleh kesempatan kerja baru.Dalam pelaksanaannya, Program JKP memberikan manfaat berupabantuan uang tunai yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhandasar selama masa transisi. Namun pemerintah tidak memandangbantuan finansial sebagai satu-satunya solusi. Fokus utama kebijakan iniadalah memastikan pekerja tetap memiliki kesempatan meningkatkankualitas diri agar mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri yang terus berubah.Menurut Yassierli, pekerja Indonesia perlu dibekali kompetensi yang relevan agar mampu menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi industri yang berlangsung semakin cepat. Karena itu, perlindungan sosial harus berjalan beriringan dengan peningkatanketerampilan sehingga pekerja tidak hanya terlindungi, tetapi juga semakin kompetitif.Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan ketenagakerjaanpemerintah saat ini bergerak menuju sistem perlindungan yang lebihkomprehensif. Pekerja yang terdampak PHK tidak hanya memperolehbantuan sementara, tetapi juga mendapatkan peluang untukmeningkatkan kemampuan yang dapat memperbesar kesempatanmemperoleh pekerjaan baru.Penguatan perlindungan pekerja juga mendapat perhatian dari SekretarisJenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Cris Kuntadi. Ia menjelaskanbahwa pemerintah terus memperluas cakupan perlindunganketenagakerjaan agar mampu menjangkau berbagai kelompok pekerja, baik di sektor formal, informal, maupun ekonomi digital yang terusberkembang.Cris juga menilai bahwa penguatan manfaat Program JKP perlu didukungoleh akses informasi pasar kerja dan pelatihan yang memadai. Langkah tersebut penting karena tantangan ketenagakerjaan modern tidak hanyaberkaitan dengan jumlah lapangan kerja yang tersedia, tetapi juga kesesuaian antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri.Sejalan dengan upaya tersebut, pemerintah terus memperkuat berbagaiprogram peningkatan kualitas sumber daya manusia....
- Advertisement -

Baca berita yang ini