Viral! Karena Hobi, Cewek Ini Selesaikan Skripsi Setebal 1150 Lembar dalam Waktu 45 Hari Saja

Baca Juga

MINEWS, JAKARTA – Seorang mahasiswi Universitas Surabaya baru-baru ini viral di media sosial. Kisahnya berhasil menyita perhatian netizen.

Mahasiswi tersebut mampu membuat skripsi setebal 1150 lembar hanya dalam waktu 1,5 bulan atau 45 hari. Mahasiswi bernama Lisa Stefany itu pun membuat banyak netizen penasaran.

Dan ternyata, perempuan yang kini telah menjadi alumnus Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Ubaya itu pun punya trik khusus untuk menyelesaikan skripsinya. Diungkapkan Lisa, ia begitu bersemangat dalam menyelesaikan skripsinya lantaran mengulas hobinya.

Diketahui, Lisa menekuni hobi sebagai make up artist. Dan skripsinya pun membahas seputar itu.

“Pembahasannya tentang fashion desainer, make up artist, dan fotografi,” katanya, dikutip Selasa, 23 April 2019.

Meski demikian, Lisa mengaku juga menghadapi berbagai tantangan dan kendala selama menyelesaikan skripsinya. Terutama dalam membagi waktu untuk mengerjakan skripsi dengan aktivitas lainnya.

“Waktu ngerjain dinikmati saja, sudah direncanakan juga karena memang mau meneliti apa yang saya suka,” ujarnya.

Kini, kisah unik Lisa pun menjadi viral di Instagram bahkan jadi perbincangan hangat di kalangan mahasiswa.

Berita Terbaru

MBG sebagai Pilar Strategis Mewujudkan Generasi Emas Indonesia

Oleh: Dewi Puteri Lestari* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah visioner yang menegaskan keberpihakan negara terhadap masa depan generasi muda. Kebijakan ini tidak dapat dipandang secarasempit sebagai program distribusi makanan semata, melainkan sebagai strategi besar pembangunan sumber daya manusia yang dirancang secara sistematis, terukur, dan berorientasi jangka panjang. Dalam konteks persaingan global yang semakin kompetitif, kualitas manusia menjadi faktor penentu daya saing bangsa. Karena itu, intervensi negara pada aspek gizi anak sekolah merupakan keputusanstrategis yang mencerminkan kepemimpinan yang berpandangan jauh ke depan. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa MBG tidak mengurangiprogram maupun anggaran pendidikan. Anggaran pendidikan tetap berada pada porsi 20 persen APBN dengan nilai Rp 769,1 triliun, sesuai amanat konstitusi. Seluruh program pendidikan tetap berjalan sebagaimana mestinya dan bahkanmengalami penguatan. Penegasan ini menunjukkan bahwa pemerintah bekerjadengan perencanaan fiskal yang matang, berbasis data, serta melalui koordinasiintensif dengan DPR. Dengan fondasi anggaran yang kokoh dan legitimasi politikyang kuat, MBG hadir sebagai penguat ekosistem pendidikan nasional. Dukungan parlemen terhadap MBG juga memperlihatkan kesadaran kolektif bahwainvestasi pada generasi muda harus ditempatkan sebagai prioritas utama. KetuaBadan Anggaran DPR RI...
- Advertisement -

Baca berita yang ini