Viral! Ini 5 Fakta Karyawan Mc’Donalds yang Tilep Uang Customer hingga Akhirnya Dipecat

Baca Juga

MATA INDONESIA, JAKARTA – Baru-baru ini akun Twitter @jjprofileid ramai diperbincangkan karena membagikan thread keluhan atas pelayanan karyawan Mc’Donalds. Ia mendapatkan perlakuan yang tak menyenangkan.

Dalam akun Twitternya, ia mengunggah video kejadian tersebut yang telah diretweet lebih dari 40 ribu orang. Lalu apa saja fakta-fakta dari kejadian tersebut? Ini dia ulasannya:

1. Komputer pembayaran offline

Saat itu pemilik akun @jjprofileid sengaja memesan makan pada pukul 03.00 pagi di Mc’Donalds STC Senayan. Ia dan temannya memesan 2 chicken burger dan 2 mineral water.

Kecurigaan mulai muncul saat proses pembayaran karena salah seorang karyawan bilang kalau computer sedang offline sehingga tidak ada struk.

2. Uang konsumen diduga dimasukan ke kantong pribadi

Kecurigaan pun mulai muncul kembali saat @jjprofileid melihat langsung uang yang ia berikan ke karyawan tersebut dimasukan ke dalam kantong celana pribadinya. Tidak lama kemudian, ia dan temannya memaksa untuk meminta struk karena merasa ada yang janggal.

@jjprofileid dan temannya juga tidak percaya kalau komputer pembayaran bisa offline secara Mc’Donalds memang buka 24 jam. Setelah meminta struk, pegawai tersebut pun panik, tidak lama kemudian ia segera memberikan struk dengan rincian harga yang sebenarmya.

Awalnya @jjprofiledid diberitahu total jumlah pembelian Rp 100 ribu, tapi setelah diberikan struk aslinya jumlah keseluruhan cuma Rp 57 ribu.

3. Karyawan bermasalah dan diberhentikan

Setelah melakukan protes ke Mc’Donalds melalui akun Twitternya, pemilik akun @jjprofileid mengunggah tulisan lagi yang menyatakan bahwa karyawan yang ia temui di tempat makan tersebut memang sudah lama bermasalah bekerja di sana.

“Untuk pria yang bermasalah di dalam video TERNYATA memang dia terbukti sudah bermasalah cukup lama & sudah langsung DITINDAK untuk diberhentikan dari pekerjaan secara langsung,” tulis cuitan @jjprofileid.

4. Komentar netizen

Kisah yang dialami oleh akun @jjprofileid dan temannya ternyata juga pernah dialami followernya yang pernah mendapat perlakukan tidak menyenangkan dari karyawan tersebut maupun dari karyawan Mc’Donalds lainnya.

“Ini kemarin gue mesen kan yg layan dia, dia tiba2 pergi gitu bukannya ngelayanin ke depan malah ngasih ke temennya, temennya langsung bete gitu terus kan dia yg serve makanan tuh terus ngasihnya kayak cuma didorong gitu songong lagi mukanya senyum aja kagak kerjanya ga becus,” salah satu cuitan akun @randomrookiefan.

Juga dari akun @ArizkyArifFauzi, “Attitude kayak gini harusnya sudah kalian perhatikan @McDonalds_ID harusnya teguran lah ke manager in chargenya dan personnnya. bisa merugikan pangsa pasar mcd loh udah g bisa di maafin kalo udah berulah deh bro , masak dibiarin nama besar nya rusak karena sgelintir oknum.” (Anita Rahim)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terbaru

MBG dan Komitmen Pemerintah dalam Transparansi Anggaran Jaminan Gizi Berkualitas

Oleh: Dhita Karuniawati )* Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah terus diperkuat dari sisitata kelola anggaran agar pelaksanaannya berjalan transparan, akuntabel, dan tepatsasaran. Pemerintah menegaskan bahwa setiap komponen pembiayaan dalamprogram ini telah diatur secara ketat dan harus mengikuti standar yang telah ditetapkan. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa manfaat program benar-benar dirasakanoleh masyarakat, terutama anak-anak sebagai penerima utama program. Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalampelaksanaan MBG menegaskan bahwa anggaran untuk bahan makanan dalamprogram tersebut telah ditentukan secara jelas. Besaran anggaran tersebut beradapada kisaran Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi makanan, bukan Rp15.000 sepertiyang sempat beredar di masyarakat. Kebijakan ini ditetapkan agar penyedia makanandapat memenuhi kebutuhan gizi yang seimbang bagi para penerima manfaat tanpamengabaikan prinsip efisiensi anggaran negara. Wakil Kepala Badan Bidang Komunikasi dan Investigasi BGN, Nanik S. Deyang, mengatakan bahwa angka Rp13.000–Rp15.000 yang muncul di beberapa sumber tidakmurni untuk bahan makanan, melainkan sudah termasuk biaya operasional, insentifmitra pelaksana, serta kebutuhan pendukung lain. BGN menegaskan bahwa semua penerima manfaat tetap akan memperoleh makananyang bergizi dan aman dikonsumsi. Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib mengawasi kualitas bahan makanan, memastikan menu sesuai standar gizi yang ditetapkan. Nanik mengatakan Program MBG tetap memperhatikan kelompok prioritas seperti ibuhamil, ibu menyusui, dan balita usia 6–59 bulan. Kualitas makanan menjadi prioritasutama agar tujuan gizi masyarakat tercapai secara optimal. Masyarakat juga diberikan ruang untuk melaporkan dugaan penyimpangan dalam menu MBG. BGN memastikan setiap laporan akan ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku, demi menjaga transparansi dan akuntabilitas program. Dengan penegasan ini, BGN berharap publik memahami bahwa anggaran untuk bahanmakanan MBG tetap sesuai aturan Rp8.000–Rp10.000, dan setiap penerima manfaattetap memperoleh makanan bergizi tanpa mengurangi kualitas. Selain pengaturan standar anggaran, pemerintah juga memperkuat aspek transparansimelalui pengembangan sistem pelaporan keuangan yang terintegrasi. Upaya inidilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengelolaan dana dalam program MBG dapat dipantau dan diaudit dengan lebih mudah. Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Kementerian Keuangan(Kemenkeu) meluncurkan E-Learning Penyusunan Laporan Keuangan pada SatuanPelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta Aplikasi Pelaporan Keuangan SPPG. Hal itusesuai dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang perbendaharaan negaradan peraturan menteri keuangan nomor 168/ PMK.05/ 2015 sttd. PMK 173/PMK.05/2016 dan PMK...
- Advertisement -

Baca berita yang ini